Mohon tunggu...
Izadatul Maulidiyah
Izadatul Maulidiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa

Usaha tidak akan mengkhianati hasil

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mengenal Teori Belajar Psikologi Kognitif Jean Piaget

25 Oktober 2020   23:38 Diperbarui: 25 Oktober 2020   23:41 50 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenal Teori Belajar Psikologi Kognitif Jean Piaget
hipertextual.com


Konsep dasar aliran psikologi behavioristik berbeda dengan aliran psikologi kognitif. Psikologi kognitif adalah suatu cabang yang mempelajari ilmu yang berhubungan dengan proses belajar pada mental, bagaimana ketika manusia berpikir, mengingat sesuatu, merasakan hal-hal yang tak terduga dan mengetahui belajar dimana ketika otak harus menjalankan fungsi utamanya, yaitu berpikir. 

Otak merupakan sistem fisik manusia yang ketika bekerja dalam batas hukum alam dan adanya kekuatan sebab akibat yang dihasilkan. Dapat menampung sebanyak apapun item yang masuk ke dalam memori otak secara stimulan. Dengan kemampuan membedakan hasil dari pengindraan, menghasilkan kemampuan yang lebih tinggi dan dapat membentuk kategori yang konseptual.

Sudarwan dan Khairil (2010) menjelaskan bahwa psikologi kognitif ini akan berusaha untuk menggambarkan cara kerja otak dalam berpikir dan akan membuat dunia lebih baik dari sebelumnya. Menurutnya teori belajar psikologi kognitif dan pembelajarannya mengakui betapa pentingnya faktor personal atau individu tanpa mencoba meremehkan faktor lingkungan sekitar ketika berinteraksi yang akan berjalan terus-menerus sepanjang hidup.

Psikologi kognitif membahas tentang persepsi terhadap apa yang telah kita baca atau informasi apa yang telah kita dapat (Membaca pertanyaan), membahas tentang pemahaman pada informasi yang kita dapat (Memahami inti dari pertanyaan), membahas tentang alur pada pikiran kita (Menentukan mengetahui jawaban atau tidak) dan yang terakhir membahas tentang formulasi atau jawaban apa yang akan kita keluarkan. Psikologi kognitif dipandang sebagai pembelajaran terhadap proses yang melandasi kerja mental. Sebenarnya psikologi kognitif iki meliputi segala sesuatu yang kita lakukan.

Aliran Kognitif sendiri muncul sekitar tahun 60-an yaitu sebagai efek ketidakpuasan terhadap konsep pada manusia menurut psikologi behavioristik dan psikoanalisme atau psikologi tentang analisis. Gerakan tersebut sudah tidak lagi memandang manusia sebagai makhluk yang bereaksi spontan secara pasif terhadap lingkungan sekitar, melainkan memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berpikir (Homo Sapiens). Paham kognitif ini akan tumbuh akibat dari pemikiran kaum yang rasionalisme yang selalu berpikir bahwa manusia itu bisa berpikir lebih baik daripada makhluk hidup yang lain.

Berdasarkan penjelasan dari berbagai macam ahli, maka teori belajar menurut aliran psikologi kognitif merupakan suatu teori belajar yang lebih mengedepankan atau mementingkan proses belajar mengajar dari pada mementingkan hasilnya. Teori ini juga lebih melibatkan pola berpikir siswa ketika proses belajar dan pembelajaran.

Model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori dalam belajar yang sering kali disebut dengan model persepsi atau perseptual. Belajar dalam teori kognitif menyebutkan bahwa perilaku seseorang dapat ditentukan dengan pandangan sekaligus pemahamannya tentang situasi yang mempunyai hubungan dengan tujuan belajar mereka sendiri. Belajar merupakan perubahan pola pikir dan pemahaman yang tidak selalu dapat dilihat sebagai perilaku yang terlihat oleh orang lain.

Ormrod (2009 : 270) menyatakan bahwa Psikologi Kognitif merupakan perspektif teoritis yang hanya memfokuskan pada proses-proses mental yang mempelajari dasar pembelajaran dan perilaku seseorang. Psikologi kognitif hanya berfokus untuk menggali sebuah spesifikasi dari otak manusia. Kognisi sendiri merupakan suatu alat dalam pikiran atau benak manusia yang menjadi pusat gerakan segala aktifitas untuk dapat mengenali lingkungan sekitar, melihat berbagai macam masalah, menganalisis masalah, lalu mencari informasi yang terkait dan yang terakhir adalah menyimpulkannya.

Aliran Kognitif merupakan suatu proses dalam mental yang aktif berfungsi untuk mencapai, mengingat suatu hal dan menggunakan pengetahuan yang diperoleh. Maka suatu hal tersebut tidak dapat diukur dari proses mentalnya, contohnya :

1.Motivasi dari dalam maupun luar

2.Kesengajaan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x