Sosial

Apakah Teroris Punya Hati?

17 Mei 2018   15:31 Diperbarui: 17 Mei 2018   16:19 149 1 0
Apakah Teroris Punya Hati?
https://jalandamai.org/islam-bukan-agama-kekerasan.html


Beberapa waktu ini kita melihat berita baik di media sosial maupun di televisi tentang aksi terorisme. Banyak yang menghujat dan mencap kalau teroris tak punya hati dan otak. Tapi kenapa selalu identic dengan ISLAM?

ISLAM selalu menjadi sasaran empuk untuk disandingkan dengan Terorisme. Entah apa alasannya justru Terorisme itu selalu melekat dengan Islam.

Memang beberapa kesempatan saat terorisme terjadi selalu menggunakan jenggot, sorban, kopiah, sarung dan beberapa penanda Keislaman yang digunakan oleh beberapa orang yang diduga teroris.

Hal ini sangat menyedihkan sekali, yang sebenarnya ajaran Islam itu tidak pernah mengajarkan keburukan dan perpecahan seperti halnya teror berbentuk bom bunuh diri. Bunuh diri saja salah, apalagi membunuh orang lain.

Sedikitpun tidak ada ajaran Islam untuk membunuh ketika damai. Sedangkan dalam kondisi perangpun hal tersebut masih menjadi beberapa asumsi para ahli agama apakah benar atau salah.

Jadi jangan sampai termakan isu hoaks bahwa Islam mengajarkan aliran radikalisme. Jika ada yang radikal dan dia mengaku Islam, berarti dia dalam keadaan sesat.

Indonesia yang selama ini memang mempunyai suku, ras, warna kulit, bentuk tubuh yang amat sangat beragam baik dari Sabang hingga ke Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Tidak pernah sedikitpun merasakan jika perbedaan itu menjadi halangan.

Di dalam Pembukaan UUD 1945 sudah tercantum bahwa semuanya adalah berkat rahmat ALLAH yang maha kuasa dan dengan keinginan yang luhur. Kemerdekaan saja dimulai sudah sangat Islam sekali. Kenapa saat ini malah Islam menjadi hal yang menakutkan.

Semoga rakyat Indonesia bisa berkaca dari masa lalu dan sejarah Indonesia seperti apa. Semoga rakyat bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk.

Diharapkan rakyat Indonesia untuk lebih bijaksana dalam menyikapi isu teror ini. Semoga tidak menyebarkan apapun bentuknya seperti foto korban, video bom, wajah tersangka dan lain-lain. Hal ini juga menunjukkan budaya Indonesia yang amat santun dan menghargai mereka.

Walau memang kita membenci teroris yang membunuh orang yang tidak bersalah, tapi tak sepantasnya kita menyebarluaskan hal-hal berbau kebencian. Cukuplah kita mengutuk di dalam hati dan membiarkan pihak yang berwenang untuk menanggapinya.

Jika memang ada hal yang mencurigakan kita bisa melaporkan kepada yang berwajib. Tapi harus melalui prosedur yang baik.

Salam cinta damai dariku seorang Islam yang masih meraba tujuan hidup. Mari saling berkontribusu untuk negeri.