Iwan Sumantri
Iwan Sumantri PNS

" Satu Orang Musuh terlalu Banyak, Seribu Orang Sahabat Terlalu Sedikit " email : iwansmtri@gmail.com Blog Pribadi : http://iwansmtri.blogspot.com "RELA BERBAGI IKHLAS DALAM MEMBERI"

Selanjutnya

Tutup

Tekno

“BEL ME LOG TWEET” Strategi Pembelajaran di Abad 21

28 September 2016   09:27 Diperbarui: 28 September 2016   10:16 186 1 1
“BEL ME LOG TWEET” Strategi Pembelajaran di Abad 21
Berbagi Sesuatu Untuk Kemajuan Pendidikan Di Negeri ini


Guru? Siapa sih yang tak mengenal guru ! Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. 

Guru  merupakan profesi yang mulia dan tertua yang ada di dunia ini. Ribuan bahkan jutaan guru sekarang ini menghias dan bertugas di negeri ini untuk mencerdaskan anak-anak bangsa agar mereka kelak menjadi generasi emas di negeri ini.

Saya adalah seorang guru matematika di salah satu SMP Negeri di kabupaten Sukabumi. Dalam pembelajaran matematika,sebagian guru (termasuk saya di dalamnya), masih menerapkan metode konvensional. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas cenderung bertumpu pada aktivitas guru. Guru berperan aktif sedangkan siswa hanya menerima pengetahuan yang disampaikan guru. Dalam hal ini proses pembelajaran matematika masih belum dapat melibatkan siswa secara aktif.

Kegiatan belajar matematika akan lebih efektif apabila dalam proses pembelajaran matematika, siswa dapat ditempatkan sebagai subjek pembelajaran dan guru sebagai pengelola proses pembelajaran. Untuk tahun pembelajaran 2014/2015 sd sekarang  saya selalu mengajar Matematika di kelas IX. Berdasarkan observasi awal di kelas IX SMP Negeri 3 Cibadak,  menunjukkan bahwa pembelajaran matematika, guru masih menerapkan model pembelajaran yang konvensional. Proses pembelajarannya cenderung monoton, di mulai dari guru menjelaskan materi, memberikan contoh soal dan menerangkan penyelesaian dari soal tersebut, dan diakhiri dengan guru memberikan latihan soal atau pekerjaan rumah (PR). Dari sini dapat diketahui bahwa peran guru masih dominan, guru menjadi pusat ilmu dan informasi sedangkan siswa menjadi pembelajar yang pasif.

Berdasarkan pengalaman saya, interaksi antar siswa dengan siswa dan antara guru dengan siswa belum berjalan dengan baik. Umumnya siswa masih bersifat individual, enggan berbagi ilmu dengan siswa lain dan belum mampu bekerja sama dengan baik.

Berdasar hal tersebut diatas saya mencoba menggagas dan berinovasi dalam strategi pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan menyebarnya media sosial di dunia maya, maka saya mencoba membuat strategi pembelajaran dengan BEL ME LOG Tweet (Belajar Melalui Blog dan Twitter) sampai dengan sekarang.

Meraih mimpi dan asa untuk bisa berbuat sesuatu dan tampil di tingkat nasional rasa-rasanya tak seudah membalikkan telapak tangan, perlu kerja keras,usaha yang konsisten dan fokus serta selalu berusaha dan berdoa adalah kunci utama untuk bisa meraihnya.

Berikut saya mencoba berbagi “Pengalaman Baik” saya selama menjadi guru.

Hampir 29 tahun saya sudah menjalani profesi guru, sejak jadi guru di SMP Tamansiswa Cibadak pada tahun 1987 dan sekarang mengajar di SMP Negeri 3 Cibadak baru pertama kali saya di undang dan menjadi Finalis Lomba Kreatifitas Guru (LKG) dalam pembelajaran tahun 2015, suatu ajang lomba bergengsi yang diadakan oleh Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamninan Mutu  Pendidikan, Kementerian Indonesia, yang setiap tahunnya digelar. Pada tahun 2015 mengambil tema “Guru Kreatif dan Inovatif Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas”.

Berbekal PTK yang berjudul Meningkatkan Interaksi Belajar Siswa dengan Strategi Flipped Classroom dengan Media Bel Me Log Tweet Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas IX di SMP Negeri 3 Cibadak”,saya bisa tampil dan mempresentasikannya bersama dengan guru-guru SMP terbaik di negeri ini didepan para juri tingkat nasional , tentunya suatu kebanggaan tersendiri buat saya,keluarga, rekan-rekan guru, anak-anak dan Sekolah SMP Negeri 3 Cibadak serta daerah kabupaten Sukabumi.

Menfasilitasi,memotivasi dan menginspirasi guru untuk mengkreasikan atau menciptakan model-model pembelajaran terbaik tentunya menjadi tugas dan kewajiban guru di abad 21 ini. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta media lainnya yang berbasis kearifan lokal dalam proses pembelajaran  tentu menjadi hal wajib guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran sehingga bisa meningkatkan dan mengembangkan proses pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi, terampil serta berkarakter dan berbudaya.

Dalam lomba tersebut saya mencoba berbagi dan melakukan penelitin tindakan kelas , bagaimana untuk meningkatkan interaksi belajar siswa yang gurunya sering dan suka pergi ke diklat atau pelatihan, sementara peserta didik harus tetap belajar. Berbekal dari hasil diklat online dan diklat PKB 2 in 1 P4TK Matematika Yogyakarta, saya mencoba menerapkan strategi pembelajaran Flipped Classroom , yaitu strategi pembelajaran terbalik dari model konvensional. Sebelum belajar dikelas , peserta didik sudah belajar di rumah atau dimana saja dengan video-video pembelajaran yang telah dibuatkan dan diposting di blog pribadi PBM Matematika Iwan Sumantri (https://iwansmtri.blogspot.co.id/2015/07/video-pembelajaran-ala-one-sm.html) sebelumnya, sehingga mereka sebelum masuk dan belajar dikelas, peserta didik sudah belajar terlebih dahulu.

Berikut saya gambarkan alur Strategi pembelajaran Flipped Classroom dengan Media Bel Me Log Tweet (Belajar Melalui Blog dan Twitter) :

Keterangan Gambar

  • Gambar Alur 1 : Isi Tugas Pengamatan Video yang di tayangkan melalui Blog PBM Matematika Iwan Sumantri ((https://iwansmtri.blogspot.co.id/2015/07/video-pembelajaran-ala-one-sm.html
  • Gambar Alur 2 : Siswa Memilih Video dari Blog tersebut sesuai dengan Materi yang akan di ajarkan.
  • Gambar Alur 3: Siswa mempelajari Video yang sudah di download secara individu/berkelompok sebelum belajar di dalam kelas bersama guru dan siswa lainnya. Isi dan langkah-langkah dalam Video dicermati, di pelajari dan kerjakan, sehingga siswa sudah dibekali materi yang akan di pelajari pada saat di kelas.
  • Gambar Alur 4 : Pelaksanaan Pembelajaran dikelas dengan bantuan media bahan ajar power point /video untuk mendiskusikan dan mempersentasikan hasil diskusi pengamatan individu /kelompok pada saat di rumah
  • Gambar Alur 5 : Setelah pembelajaran selesai di dalam kelas, siswa mengirimkan tugasnya ke via akun twiter masing-masing dengan format : @onesmmat ..............#Tugas19HSMPN3, #Tugas29HSMPN3, #Tugas39HSMPN3, #TugasMat49A2016 dan seterusnya sesuai dengan jumlah tugas yang diberikan guru mata pelajaran

Tentunya strategi ini belumlah optimal dan menjadi strategi atau model pembelajaran yang terbaik dalam proses pembelajaran. Namun setidaknya dengan strategi ini, peserta didik akan lebih berani dan mau berinteraksi dikelas dan diluar kelas, karena mereka memiliki kepercayaan diri sudah belajar terlebih dahulu melalui video-video pembelajaran yang telah mereka tonton dan mempelajarinya.

Siswa Belajar di Rumah dengan Video Pembelajaran
Siswa Belajar di Rumah dengan Video Pembelajaran

Itulah sebuah gagasan sederhana dari seorang guru matematika yang sedang mencoba dan berusaha untuk menjadi guru profesional di abad 21 walau belum menjadi yang terbaik di tingkat nasional, namun setidaknya sudah berupaya dan berusaha mengharumkan nama kabupaten Sukabumi di tingkat Nasional.

Bersama Kontingen Jawa Barat di PTK Berprestasi 2015
Bersama Kontingen Jawa Barat di PTK Berprestasi 2015

Terakhir “ Guru Mulia Karena karyanya. Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya” (Pernyataan Pak Menteri Anis Baswedan pada pembukaan LKG 2015 dan Simposium Guru yang secara langsung saya dengan dan merekamnya dalam memori seorang guru matematika  dari daerah Cibadak kabupaten Sukabumi).