Mohon tunggu...
Ivan Tjahja Pranata
Ivan Tjahja Pranata Mohon Tunggu...

Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Angkatan 2015. Universitas Kristen Satya Wacana.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Pupuk Murah "PHP": Produk LEISA Berbasis Fermentasi Limbah bagi Petani Sayur

27 Oktober 2018   17:20 Diperbarui: 2 November 2018   00:05 0 4 4 Mohon Tunggu...
Pupuk Murah "PHP": Produk LEISA Berbasis Fermentasi Limbah bagi Petani Sayur
Tim Produsen Pupuk Organik Cair "PHP" (Sumber: Dokumentasi Dr. Suprihati)

Sekarang ini sudah begitu banyak produk-produk pupuk sintetis dengan aneka merk yang membanjiri pasar. Mayoritas dari produk-produk tersebut harganya terlalu tinggi dan membebani keuangan petani. Akibatnya pendapatan petani habis termakan oleh biaya input-input tadi.

Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan konsep LEISA. Konsep ini tentunya jarang terdengar di telinga kita. LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) adalah sebuah antitesis dari kondisi pertanian masa kini yang menggunakan banyak input pertanian dengan harga tinggi sehingga membebani petani. Dalam penerapannya, konsep LEISA menganjurkan penggunaan input luar dengan harga yang rendah terkhusus pada penggunaan sumber daya alam yang terintegratif. Dalam hal ini, sampah adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai sumber bahan baku pembuatan berbagai jenis input pertanian, khususnya pupuk.

Peluncuran "PHP"

Baru-baru ini (26 Oktober 2018) Fakultas Pertanian UK Satya Wacana menggelar expo teknologi pertanian sebagai ajang peluncuran produk-produk pertanian terbaru yang diproduksi oleh mahasiswa FPB UKSW.

Salah satu produk yang ditampilkan di expo tersebut adalah "PHP". Bukan Pemberi Harapan Palsu, melainkan "Produk Harapan Petani". "PHP" ini adalah sebuah inovasi pupuk organik cair yang dibuat oleh saya dan 2 orang kolega saya di UKSW dengan harga yang murah dan terjangkau bagi petani sayuran. Produk ini aman untuk digunakan dan mudah dalam pengaplikasiannya melalui kocor ataupun siram.

Tampilan Kemasan Pupuk Organik Cair "PHP" (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Tampilan Kemasan Pupuk Organik Cair "PHP" (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Nama "PHP" sendiri sebenarnya adalah merk sekaligus brand yang ingin kami bangun dengan harapan bahwa petani dapat terlepas dari jerat input pupuk sintetis yang mahal. Harga per botol dari produk ini dibandrol cukup murah dengan harga Rp 12.000 per produknya.

Bahan-Bahan Pilihan

Pada dasarnya, "PHP" adalah sebuah produk pupuk organik cair yang mirip dengan produk sejenis POC lainnya di pasaran. Perbedaannya, bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan "PHP" dipilih dari limbah-limbah yang sudah tidak terpakai, yang sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Bahan-bahan tersebut adalah urin kelinci, limbah kulit bawang putih, sampah sayuran, limbah tetes tebu, dan air cucian beras.

  • Urin kelinci kami dapatkan dari Pak Samuri, seorang peternak kelinci di Bugel (Salatiga) yang sudah bermitra dengan kami. Urin kelinci fungsinya sebagai suplai nitrogen dalam produk POC kami, yang mana suplai unsurnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan urin ternak lainnya (sapi, kambing, dan lain-lain).

Kandang Kelinci Milik Pak Samuri (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Kandang Kelinci Milik Pak Samuri (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
  • Kulit bawang putih kami dapatkan dari juragan bawang di Pasar Raya Salatiga. Kami mengamati bahwa setelah mengupas kulit bawang putih, kulit tersebut hanya dibuang begitu saja, sedangkan hasil kupasan bawangnya yang dijual di pasar. Kulit tersebut sebenarnya bermanfaat sebagai auksin alami sekaligus pengusir serangga karena aromanya yang kurang disukai serangga.

Pengambilan Kulit Bawang Putih di Pasar Raya Salatiga (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Pengambilan Kulit Bawang Putih di Pasar Raya Salatiga (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
  • Sampah sayuran kami kumpulkan dari sayur-sayuran yang tidak laku terjual di pasar Salatiga. Sama nasibnya seperti kulit bawang putih, sampah sayuran yang tidak laku terjual hanya dibuang begitu saja untuk dibakar di TPA (tempat pembuangan akhir). Sampah sayuran ini dapat digunakan sebagai penyedia unsur nitrogen bagi pertumbuhan tanaman.

Sampah sayuran dan kulit bawang putih (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Sampah sayuran dan kulit bawang putih (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
  • Air cucian beras kami dapatkan dari limbah rumah tangga di sekitar kos kami. Rumah tangga memiliki kebiasaan membuang air cucian beras begitu saja setelah pencucian. Padahal air cucian beras sebenarnya menyuplai vitamin B1 yang baik untuk menginduksi perakaran pada tanaman sayuran. Selain itu, air cucian beras juga kaya akan unsur fosfor dan beragam mikroorganisme menguntungkan lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x