Mohon tunggu...
Yunus SeptifanHarefa
Yunus SeptifanHarefa Mohon Tunggu... Penulis Buku Indah Tapi Tak Mudah

Berkarya untuk Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Pasca Pengumuman Hasil Pemilu, Sejukkan Media Sosial dengan 5 Jenis Konten Seperti Ini

21 Mei 2019   11:06 Diperbarui: 21 Mei 2019   11:34 0 1 0 Mohon Tunggu...
Pasca Pengumuman Hasil Pemilu, Sejukkan Media Sosial dengan 5 Jenis Konten Seperti Ini
Sumber: Gubuk Tulis

Beberapa hari yang lalu, Prof. Dr. Baharudin Jusuf (BJ) Habibie melalui channel youtube The Habibie Center menyampaikan pesan kebangsaan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Pesan yang disampaikan dalam video yang berdurasi kurang lebih 8 menit itu didasari dengan sebuah pemahaman bahwa pasti ada ketidakpuasan dari pihak-pihak tertentu dalam menerima hasil pemilu yang sudah dilakukan.

Melalui video singkat tersebut, Presiden ke-3 Republik Indonesia ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk  tidak melukai demokrasi yang sudah terbangun dengan tindakan-tindakan inkonstitusional. Habibie yang peduli dengan demokrasi bangsa ini mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk menghindari tindakan-tindakan yang dapat mempertajam polarisasi dan perpecahan di masyarakat.

Di tengah situasi yang penuh dengan ketegangan seperti sekarang ini, pesan yang disampaikan oleh Habibie memang penting dan harus diperbanyak  agar bangsa Indonesia sadar bahwa segala bentuk tindakan-tindakan di luar konstisional merusak demokrasi yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun.

Tentu saja, tugas untuk menyampaikan pesan-pesan seperti ini bukan hanya tugas satu dua orang tetapi tugas kita bersama masyarakat yang cinta Indonesia. Dalam menyampaikan pesan-pesan serupa, tempat yang relevan  dan punya pengaruh besar adalah dunia maya. Harus diakui,  di dalam proses pengumuman hasil pemilu 2019, perang di medsos berhasil menjadi kanalisasi di Indonesia. 

Konsekuensinya, situasi yang tercipta semakin tidak kondusif dan menciptakan polarisasi yang cukup kuat. Oleh sebab itu, pasca pengumuman hasil pemilu serentak 2019 ini,  sebagai netizen yang bijaksana kita punya tugas untuk menyejukkan suasana dunia maya melalui  5 jenis konten seperti ini:

1. Pesan Tentang Indahnya Keberagaman

Situasi politik yang terjadi sekarang ini menaburkan benih ketakutan yang membuat munculnya kekuatiran di hati masyarakat akan terjadinya situasi seperti yang terjadi tahun 1998. Mulai dari isu mayoritas-minoritas, perbedaan suku, dan perbedaan agama  terus ditebarkan di media sosial. Seolah-olah perbedaan dan keberagaman itu musuh dan musibah, padahal sebaliknya keberagaman atau kemajemukan adalah keindahan.

Menurut Gus Dur, Presiden ke-4 RI,  kemajemukan yang ada bukan menunjukkan tanda kelemahan kita, melainkan menunjukkan kekuatan kita dan kemajemukan harus bisa diterima tanpa adanya perbedaan. Oleh sebab itu, pesan-pesan tentang indahnya perbedaan dan keberagaman itu harus terus digaungkan di dunia maya agar netizen selalu menyadari bahwa kita adalah bangsa yang kuat karena adanya perbedaan dan keberagaman.

 2. Pesan Kasih Dari Nilai Keagamaan

Bulan Mei adalah bulan penuh kasih antar umat beragama. Di tengah situasi politik seperti sekarang ini, kita patut bersyukur karena beberapa agama merayakan hari keagamaannya. Bagi umat Muslim, bulan ini, bulan Ramadhan menjadi bulan kemenangan. Saudara kita yang beragama Buddha juga barusan merayakan hari Raya Waisak dan beberapa hari mendatang kami umat Kristiani juga akan merayakan hari Kenaikan Yesus Kristus (Isa Almasih). Ini sebuah keindahan.

Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa negara kita ini adalah negara yang religius yang tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai keagamaannya. Dengan demikian, pesan-pesan tentang kasih sebagai arsiran semua agama harus terus disebarkan di negara kita ini. Sebagai netizen yang beragama dan religius, kita bertanggungjawab untuk menjadi pembawa pesan penuh kasih di dunia maya melalui pesan-pesan keagamaan yang menekankan tentang kasih dan cinta.

3. Sebarkan Fakta Bukan Hoax

Maraknya hoax di dunia maya membuat munculnya banyak perselisihan yang seharusnya tidak terjadi. Berita-berita yang tidak berdasarkan pada data dan fakta membuat munculnya asumsi-asumsi negatif di tengah masyarakat. Akibatnya,  situasi semakin tidak kondusif dan lebih menegangkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2