Mohon tunggu...
Rahmadillah Safitri
Rahmadillah Safitri Mohon Tunggu... Perencanaan wilayah dan kota UNEJ'19

Pwk

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Obligasi Syariah

20 April 2020   21:24 Diperbarui: 20 April 2020   21:49 335 0 0 Mohon Tunggu...

Apa itu obligasi syariah? Apakah obligasi syariah dapat meringankan keuangan? Apa keunggulannya? Bagaimana ketentuannya?

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim yang besar, hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang mendahuluka tingkat boleh atau tidak dalam melakukan sesuatu dalam artian halal atau haram dalam agama. Dalam hal keuangan atau pinjaman memiliki banyak kontoversi di dalamnya. Banyak pertanyaan-pertanyaan apakah ini halal apakah ini haram? Termasuk dalam pinjaman hutang, obligasi syariah.

Banyak pertanyaan yang membuat orang ingin tahu tentang obligasi syariah ini. untuk masyarakat awam dan tidak tahu menahu tentang ini mungkin akan merasa tidak perlu dan tidak peduli, namun suatu saat ketika mereka belajar perekonomian. Mereka akan mulai mencari dan mempelajari tentang ini. mari kita simak penjelasannya.

Menurut Yuliana dkk (2011), Pengertian obligasi merupakan sebuah surat pengakuan utang yang diterbitkan perusahaan atau juga pemerintah atau juga lembaga yang lain sebagai pihak yang berutang, yang mempunyai nilai nominal tertentu serta kesanggupan untuk dapat membayar bunga secara berkala atas dasar persentase tertentu yang tetap. Obligasi sendiri terdapat dua jenis yaitu Obligasi Konvensional dan obligasi syariah.

Di paper ini kita akan bahas obligasi syariah, apa itu obligasi syariah? Obligasi syariah adalah obligasi yang diterbitkan dengan ketentuan syariah. Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah yang mengatakan Sukuk atau obligasi syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang sukuk yang mewajibkan emiten membayar pendapatan kepada pemegang sukuk berupa bagi hasil atau fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

Dalam pembayaran obligasi ini boleh bersifat tunai maupun tidak asalkan sesuai dengan ketentuan hukum syariat yang berlaku dalam islam. Obligasi syariat sangat menarik bagi investor karena memberikan hasil yang lebih tinggi dari bunga deposito namun beresiko dengan prinsip-prinsip syariah yang berlaku.

Adapun prinsip dan ketentuan obligasi yang sudah diterbitkan oleh obligasi yang sesuai dengan syariah ini mengacu pada akad mudharabah, diantaranya yaitu :

  1. Transaksi yang digunakan dalam obligasi syariah mudharabah adalah pelaksanaan akad mudharabah.
  2. Jenis Usaha yang dilakukan emiten tidak boleh bertentangan dengan syariah dengan memperhatikan ketentuan dan prinsip reksa dana syariah.
  3. Pendapatan atau hasil investasi yang dibagikan emiten kepada pemegang obligasi syariah mudharabah harus bersih dari unsur nonhalal.
  4. Nisbah (perbandingan pembagian keuntungan antara pemilik modal dan pengelola modal) keuntungan dalam obligasi mudharabah ditentukan sesuai kesepakatan, sebelum penerbitan obligasi syariah mudharabah.
  5. Pembagian pendapatan atau hasil dapat dilakukan secara periode sesuai kesepakatan, dengan ketentuan pada saat jatuh tempo diperhitungkan secara keseluruhan.
  6. Apabila emiten lalai dan atau melanggar syarat perjanjian dan atau melampaui batas, maka emiten berkewajiban menjamin pengembalian dana mudharabah, dan pemegang obligasi syariah mudharabah dapat meminta emiten untuk membuat surat pengakuan utang.
  7. Apabila emiten diketahui lalai dan atau melanggar syarat perjanjian dan atau melampaui batas kepada pihak lain, pemegang obligasi syariah mudharabah dapat menarik dana obligasi syariah mudharabah.
  8. Kepemilikan obligasi syariah mudharabah dapat dialihkan kepada pihak lain, selama disepakati dalam akad

Dalam penerapannya, obligasi syariah hampir sama dengan obligasi konvensional namun yang berbeda dari obligasi syariah ini yang mana obligasi syariah dalam penerapannya berdasarkan hukum syariah. Hukum ini yang memacu perbedaan obligasi tersebut. Adapun dalam penerapannya yaitu:

  • Dalam segala aktivitas peneritan sukuk harus berdasarkan prinsip syariah.
  • Sertifikat bukti kepemilikan atas suatu aset.
  • Dalam penghasilan terdapat imbalan, bagi hasil, dan margin.
  • Jangka waktu pembayaran dari pendek sampai panjang.
  • Penggunaan dana harus sesuai dengan syariah.
  • Pemungutan OJKnya diambil 0,05% dari nilai emisi atau maksimal 150 juta
  • Membutuhkan dokumentasi ¬†tambahan untuk memaparkan transaksi pembiayaan syariah.

Adapun obligasi syariah ini dibuat tidak selalu memiliki keunggulan yang dapat mendukung banyak orang menggunakan obligasi ini, namun ada juga beberapa kekurangan yang memang dapat dikatakan lebih sedikit daripada keunggulannya. Dari keunggulan dan kekurangan ini dapat membuat siapapun yang ingin menggunakan obligasi ini mengerti. Adapun kekurangan dan kelebihannya yaitu:

Keunggulan obligasi syariah yaitu :

  • Terhindar dari riba, karena dalam islam riba diharamkan dan obligasi ini menggunakan prinsip syariah yang membebaskannya dari riba.
  • Lebih mengedepankan lebel prinsip halal, semua cara obligasi ini dilakukan dengan syariah yang sesuai anjuran agama
  • Lebih minim resiko yang didapat dan bebas dari penipuan
  • Lebih mengedepankan kegiatan sosial
  • Adanya kejelasan, Obligasi syariah ¬†memiliki cara hukum dalam syariat islam yang berpedoman pada ketentuan yang tertera, kejelasan ini berguna untuk menghidari fitnah.
  • Tertulis jelas dengan adanya peraturan undang-undang
  • Manajemen islami, sudah jelas semua proses dan pengelolaan bank berdasarkan syariat islam

Kelemahan obligasi syariah

  • Return lebih mengikuti tren pasar yang naik turun, tidak ada kepastian return
  • Modal dapat hilang jika investor mengalami kerugian
  • Karena dalam obligasi ini tidak mengandung riba dan menggunakan system bagi hasil, makan nilai riil mengikuti perkembangan nilai pasar
  • Dibandingkan dengan emas, investasi produk lebih sulit dijual dalam pasaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN