Iskandar Zulkarnain
Iskandar Zulkarnain profesional

coba berbagi pada sesama, pemilik blog http://www.iskandarzulkarnain.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Rumah Soekarno di Bengkulu

3 Desember 2011   13:45 Diperbarui: 25 Juni 2015   22:52 1108 2 2

Selain Masjid Jamik yang merupakan karya Soekarno di Bengkulu, hal yang paling kita kenal tentang pengasingan Beliau di Bengkulu, jejak peninggalan tentang pengasingan itu dapat kita lacak dengan mengunjungi rumah Soekarno di Bengkulu.

[caption id="attachment_153442" align="alignnone" width="495" caption="Tampak depan Rumah Soekarno di Bengkulu"][/caption]

Lokasi Rumah Pengasingan Bung Karno terletak di Jalan Jeruk yang sekarang berganti nama menjadi Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Lokasinya di pusat kota akan memudahkan untuk dikunjungi.

[caption id="attachment_153443" align="alignnone" width="476" caption="Pengunjung Wisata Sejarah rumah Soekarno di Bengkulu"][/caption]

Di rumah Soekarno ini, dapat dijumpai benda peninggalan antara lain foto-foto, sepeda asli Bung Karno, kostum tonil Monte Carlo, perabot, dan buku-buku. Dari pantauan, sebagian besar koleksi foto Bung Karno potret aktivitas keseharian di Bengkulu dengan grup sandiwara atau tonil Monte Carlo. Lalu terdapat juga foto-foto Bung Karno bersama Ibu Fatmawati dan sahabat lainnya yang mengunjunginya selama menjalani pengasingan. Selain koleksi foto, rumah bersejarah tersebut juga menyimpan 303 judul buku yang menjadi bacaan Bung Karno selama pengasingan. Ironisnya ada sebanyak 100 buku sudah tidak bisa dibaca, karena kondisinya sudah usang dimakan usia.

Masa-masa pembuangan yang dialami oleh Soekarno memang penuh warna. Setelah beberapa tahun diasingkan di Ende, pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Soekarno ke sebuah wilayah terbelakang di Pulau Sumatera, yaitu Bengkulu. Disinilah kemudian Soekarno bertemu dengan Fatmawati, putri seorang tokoh Muhammadiyah Bengkulu. Singkat cerita, Fatmawati kemudian menjadi istri Sukarno.

[caption id="attachment_153444" align="alignnone" width="495" caption="Diatas sepeda ini Pasangan Soekarno-Fatmawati menyusuri Pantai Panjang"][/caption]

Bengkulu tentu tak hanya mempunyai rumah Soekarno saja sebagai objek wisatanya. Sebagai kota "pesisir", Bengkulu mempunyai pantai yang indah, namanya Pantai Panjang. Konon dahulu Soekarno dan Fatmawati sering berjalan-jalan di pantai ini. Di sepanjang pantai sekarang dapat ditemukan dengan mudah warung-warung yang menyajikan masakan laut. Masih di horison Pantai Panjang masih berdiri dengan kokoh Benteng Marlborough. Cerita tentang Benteng ini akan saya tulis pada tulisan lain lagi.

[caption id="attachment_153445" align="alignnone" width="495" caption="Pandangan Sisi depan sebelah kiri rumah Soekarno"][/caption]

Rumah pengasingan ini ukuran aslinya adalah 162 m┬▓ dengan bangunan 9 x 18 m. Bentuk bangunannya empat persegi panjang. Memiliki halaman yang cukup luas dengan atap berbentuk limas. Pintu utamanya berdaun ganda berbentuk persegi panjang dengan jendela persegi panjang berhias kisi-kisi. Belum diketahui kapan rumah ini pertama kali didirikan namun diperkirakan dibangun awal abad ke-20.

[caption id="attachment_153446" align="alignnone" width="476" caption="Pandangan sisi kanan depan rumah Soekarno di Bengkulu"][/caption]

Awalnya rumah tersebut merupakan milik pengusaha Tionghoa bernama Tan Eng Cian yang bekerja saat itu sebagai penyuplai sembako untuk Pemerintah Hindia Belanda. Kita masih dapat melihat ciri rumah Cina dari bangunannya pada lubang angin yang terdapat di atas jendela dan pintu bermotif huruf Cina. Rumah ini kemudian disewa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menempatkan Bung Karno selama diasingkan di Bengkulu.

[caption id="attachment_153447" align="alignnone" width="476" caption="Pandangan Sisi Belakang Rumah Soekarno di Bengkulu"][/caption]