Mohon tunggu...
Iswan Heri
Iswan Heri Mohon Tunggu... Administrasi - Dreamer, writer, and an uncle

Traveller, Writer, Dreamer.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Mandi Hujan

29 Mei 2017   03:52 Diperbarui: 29 Mei 2017   04:11 1204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seorang ibu menangis di bulan Mei

anaknya hilang saat menonton demonstrasi

tak lama berita muncul di televisi

"Sebuah mall terbakar saat kerusuhan,"

ujar sang jurnalis.

Tanggal dua puluh satu, si anak bangkit dari kubur

pulang ke rumah tepat setelah sholat dzuhur

setengah kabur, ibu memandang rupa anaknya

parasnya hitam legam seperti kayu dibakar.

"Ibu, maaf aku tak pulang kemarin. 

Aku tertidur di ruko yang kini jadi arang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun