Mohon tunggu...
Muhammad Yusuf Isvandia
Muhammad Yusuf Isvandia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa 23107030117 Ilmu Komunikasi

kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Melangkah Tuk Menapaki Anak Gunung Sindoro: Gunung Kembang

19 Mei 2024   00:25 Diperbarui: 19 Mei 2024   00:35 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sering disebut sebagai anak dari gunung sindoro karena berada tepat di sebelahnya, gunung kembang. Tak cukup populer jika dibandingkan dengan gunung sindoro dan sumbing yang letaknya berdekatan.   Berada di Dukuh Blembem Kaliurip, Desa Damarkasihan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. 

Memiliki ketinggian 2340 meter diatas permukaan laut (mdpl). Memang tak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan gunung sindoro yang memiliki ketinggian 3151 meter diatas permukaan laut (mdpl), namun trek dari gunung kembang ini bukan main-main, tak kalah beratnya dengan gunung sindoro. Memiliki dua jalur pendakian yaitu via blembem dan via lengkong. Selain trek yang curam, gunung ini terkenal dengan babi hutan yang cukup banyak.

Untuk pendakian kali ini saya memulai perjalanan dari basecamp gunung kembang vie blembem. Ditemani seorang kawan bernama Lutfi, kami berangkat dari rumah pada jam 1 siang kemudian sampai di Wonosobo sekitar pukul 5 sore. Hujan yang lebat membuat rencana kami goyah, rencana untuk mendaki saat malam hari gagal dikarenakan cuaca yang tidak kondusif. Setelah berunding, akhirnya kami memutuskan untuk berkemah di embung kledung saja, kebetulan letaknya yang dekat dengan basecamp blembem. Hujan mereda pada jam 9 malam, saat itu kami bergegas mendirikan tenda dan memasak logistik yang sudah kami beli sebelumnya.

Pagi tiba dengan cerah, sangat berbeda dengan cuaca semalam yang terus menerus hujan. Setelah mengemasi barang-barang, kami pun langsung berangkat menuju basecamp gunung kembang via blembem. Sesampainya di basecamp kami berbagi tugas, lutfi mengecek kembali alat dan logistik yang perlu dibawa selama pendakian, dan saya pergi ke loket simaksi untuk melakukan registrasi.

Untuk melakukan pendakian satu orang dikenai tarif Rp 50.000, tergolong murah karena sudah termasuk angkutan berupa truk yang membawa pendaki dari basecamp menuju istana katak atau titik terakhir pemberhentian truk. Namun untuk penjemputan truk setelah mendaki, teman-teman harus membayar lagi yaitu Rp 20.000 saja.

Berhubung kami hanya tektok, beberapa barang sengaja ditinggal di basecamp supaya tak memperlambat langkah. Hanya beberapa logistik, kompor nesting, dan perlengkapan pribadi saja yang kami bawa. Karena truk yang mengangkut kami akan berjalan jika sudah ada lebih dari 5/10 orang maka kami harus menunggunya.

Waktu telah menunjukan pukul setengah 10 ketika truk sudah siap berjalan. Perjalanan menggunakan truk memakan waktu sekitar 20 menit hingga menuju istana katak. Setelah truk berhenti di istana katak, para pendaki turun untuk melanjutkan perjalanannya namun kali ini dengan berjalan kaki. Berjalan menuju gerbang pendakian yang dinamai kandang celeng dengan melewati hamparan kebun teh yang luas. Setelah 25 menit berjalan kami sampai di pos kandang celeng, menyempatkan waktu untuk berfoto dan istirahat sejenak sebelum memulai pendakian yang sebenarnya.

Setelah melewati kandang celeng ini vegetasi sudah mulai padat dan hal yang perlu diwaspadai adalah babi hutannya, inilah alasan kenapa di gerbang pendakian diberi nama kandang celeng yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah kandang babi hutan.

Sebelum sampai di puncak, teman-teman akan melewati 3 pos terlebih dahulu yaitu, pos 1 liliput, pos 2 simpang 3, dan pos 3 akar. Untuk teman-teman yang berniat mendirikan tenda saat mendaki gunung kembang dilarang keras berkemah di pos tersebut karena banyaknya babi hutan tentu menjadi ancaman serius, namun tenang saja karena untuk camping sudah disediakan tempat yaitu di sabana, puncak dan beberapa camp ground lainnya. Jarak antar pos sebenarnya tidak terlalu berjauhan, namun mengingat trek yang curam juga mempengaruhi waktu selama berjalan.

Setelah kami melewati ketiga pos tersebut akhirnya kami keluar dari vegetasi yang padat, kini menjadi hamparan sabana yang cukup luas. Puncak sudah terlihat dari sabana, namun satu lagi tantangan yang harus dilewati yaitu tanjakan mesra, tak sesuai dengan namanya tanjakan ini begitu curam. Hingga akhirnya sampai di puncak gunung kembang, waktu menunjukan pukul 2 siang. Awalnya kabut tebal menutupi seluruh pemandangan, namun beberapa menit setelahnya kabut hilang dan gunung sindoro nampak megah tepat dihadapan kami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun