Mohon tunggu...
Isur Suryati
Isur Suryati Mohon Tunggu... Guru - Menulis adalah mental healing terbaik

Mengajar di SMPN 1 Sumedang, tertarik dengan dunia kepenulisan. Ibu dari tiga anak. Menerbitkan kumpulan cerita pendek berbahasa Sunda berjudul 'Mushap Beureum Ati' (Mushap Merah Hati) pada tahun 2021. Selalu bahagia, bugar dan berkelimpahan rejeki. Itulah motto rasa syukur saya setiap hari.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Selama Ini, Apa yang Biasanya Menghambat Anda Memulai Refleksi? Lalu Apa yang Bisa Anda Lakukan untuk Melakukan Refleksi dengan Konsisten?

6 Juni 2024   12:00 Diperbarui: 6 Juni 2024   12:10 1833
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi refleksi/Dok. Pribadi

Refleksi merupakan proses penting dalam perjalanan hidup manusia. Dengan melakukan refleksi, kita dapat memahami diri sendiri dengan lebih baik, belajar dari pengalaman, dan meningkatkan kualitas hidup. 

Namun, banyak orang yang merasa sulit untuk memulai refleksi atau tidak melakukannya dengan konsisten. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya waktu luang, motivasi, atau pemahaman tentang cara melakukan refleksi yang efektif.

Artikel ini bertujuan untuk membantu Anda mengatasi hambatan dan memulai refleksi dengan konsisten. Artikel ini juga berisi jawaban cerita reflektif yang ada di modul refleksi yang ada di Platform Merdeka Mengajar.

Hambatan Umum dalam Memulai Refleksi

Berikut adalah beberapa hambatan umum yang sering dialami orang dalam memulai refleksi:

1. Kurang Waktu Luang

Kebanyakan orang memiliki jadwal yang padat dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan refleksi. Aktivitas sehari-hari seperti pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan komitmen sosial sering kali menyita sebagian besar waktu dan energi kita. Akibatnya, refleksi sering kali dianggap sebagai prioritas rendah yang dapat diabaikan.

2. Kurang Motivasi

Banyak orang tidak memiliki tujuan yang jelas untuk melakukan refleksi, sehingga mereka tidak memiliki alasan kuat untuk melakukannya. Tanpa motivasi yang jelas, refleksi bisa terasa seperti tugas tambahan yang tidak mendesak.

3. Kurang Pemahaman

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun