Mohon tunggu...
Isur Suryati
Isur Suryati Mohon Tunggu... Guru - Menulis adalah mental healing terbaik

Mengajar di SMPN 1 Sumedang, tertarik dengan dunia kepenulisan. Ibu dari tiga anak. Menerbitkan kumpulan cerita pendek berbahasa Sunda berjudul 'Mushap Beureum Ati' (Mushap Merah Hati) pada tahun 2021. Selalu bahagia, bugar dan berkelimpahan rejeki. Itulah motto rasa syukur saya setiap hari.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Memutuskan Child Free, Apa Saja Dampaknya?

18 September 2022   13:08 Diperbarui: 18 September 2022   13:15 360 23 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi menikah tanpa anak |Tribunnews.com

Apa kabar pasangan yang baru menikah? Selamat menikmati hidup baru, ya. Semoga tidak menjadi galau setelah membaca tulisan ini.

Baru-baru ini Badan Pusat Statistik bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merilis data yang cukup membuat masyarakat tercengang. Bagaimana tidak, selama ini negara kita digadang-gadang akan memiliki bonus demografi pada tahun 2045. Dimana pada tahun 2016, sekitar 32,24 persen atau 83,4 juta jiwa penduduk Indonesia didominasi oleh anak-anak. Artinya, satu diantara tiga penduduk merupakan anak-anak.

Secara umum data hasil proyeksi penduduk Indonesia dari tahun 2016 hingga 2022 diprediksi akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, pada tahun 2023 tampak ada tren penurunan. Jika pada tahun 2022 berjumlah 84.323.000. Pada tahun 2023 menjadi 84.032.000.

Apa yang terjadi?

Hal ini, diprediksi akan terjadi sejalan dengan maraknya fenomena child free yang mulai tren di luar negeri. Meskipun, masih menuai pro dan kontra. Di Indonesia, wacana tentang child free mulai terdengar saat Influencer sekaligus youtuber Gita Savitri atau biasa disapa Gitasav bersama suaminya, Paul Andre memutuskan untuk tidak memiliki anak, atau child free. 

Penggunaan istilah child free untuk menyebut orang-orang yang berkomitmen untuk menikah tapi tidak memiliki anak,  mulai populer dan marak digunakan pada abad 20. Tidak mengherankan, mengingat pada abad ini, dunia dikuasai oleh generasi milenial dan gen Z. 

Sudah kita pahami bersama, bahwa tipikal dari dua generasi tersebut adalah memiliki pola pikir yang matang ketika memutuskan sesuatu hal, terkait kehidupan dan masa depan. Apalagi ini, tentang bab pernikahan dan memiliki anak. Dua hal yang sangat serius dalam kehidupan seorang manusia. Tidak bisa kita main-main tentang dua hal ini. Mereka tentu akan berpikir masak-masak, serta memperhitungkannya secara mendalam. 

Mereka cenderung akan memikirkan banyak hal, dari segala aspek dan sudut pandang. Disertai pula dengan analisis untung ruginya. Karena, menjadi orang tua merupakan sebuah tanggung jawab yang maha berat. Tidak hanya siap secara fisik dan materi saja. Tapi juga, menuntut kesiapan mental yang mumpuni.

A. Definisi Childfree

Keadaan hidup menikah tanpa anak,  atau bebas anak. Di dalam bahasa Inggris, disebut dengan Childfree merupakan sebuah keputusan atau pilihan hidup yang dilakukan secara sadar oleh pasangan yang menikah. Bebas anak dalam hal ini, tidak hanya anak kandung, melainkan bebas dari anak tiri atau anak angkat. Pokoknya, sama sekali tanpa adanya anak di dalam rumah tangga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan