Mohon tunggu...
Isson Khairul
Isson Khairul Mohon Tunggu... Jurnalis - Journalist | Video Journalist | Content Creator | Content Research | Corporate Communication | Media Monitoring

Kanal #Reportase #Feature #Opini saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul dan https://www.kompasiana.com/issonkhairul4358 Kanal #Fiksi #Puisi #Cerpen saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul-fiction Profil Profesional saya: https://id.linkedin.com/pub/isson-khairul/6b/288/3b1 Social Media saya: https://www.facebook.com/issonkhairul, https://twitter.com/issonisson, Instagram isson_khairul Silakan kontak saya di: dailyquest.data@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Ketika Bu Susi Curi Start Pidato 17 Agustus

29 Juli 2019   15:28 Diperbarui: 30 Juli 2019   12:21 5449
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan

"Jaga tanah-tanah ini. Jangan sampai jatuh ke tangan asing. Ini pulau terluar, penting untuk pertahanan negara kita." Begitu pesan Menteri Susi Pudjiastuti kepada warga Pulo Dua, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Spirit Pidato 17 Agustus

Pesan itu disampaikan Bu Susi, pada Jumat (26/07/2019). Bulan Juli belum lagi habis, tapi spirit pesan Bu Susi sudah mengandung spirit pidato 17 Agustus. Inilah yang saya sebut sebagai curi start. Ini pula yang semakin meyakinkan saya, bahwa agenda kebangsaan tidak pernah lepas dari gerak-gerik Bu Susi. Dan, spirit tersebut mestinya diadopsi oleh para pemangku kepentingan lainnya di negeri ini.

Bu Susi bernyanyi bersama warga Pulo Dua, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ia menggugah kesadaran berbangsa warga setempat, tiap kali berkunjung ke berbagai pelosok tanah air. Menjaga ketahanan negara, bukan hanya tugas para prajurit, tapi tugas bersama seluruh anak bangsa. Foto dari beritasatu.com
Bu Susi bernyanyi bersama warga Pulo Dua, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ia menggugah kesadaran berbangsa warga setempat, tiap kali berkunjung ke berbagai pelosok tanah air. Menjaga ketahanan negara, bukan hanya tugas para prajurit, tapi tugas bersama seluruh anak bangsa. Foto dari beritasatu.com
Kenapa? Karena kesadaran berbangsa sudah terus tergerus oleh kepentingan kelompok di segala lini. Akibatnya, berbagai kebijakan hanya menguntungkan sekelompok atau beberapa kelompok saja. Tidak lagi mengutamakan kepentingan bangsa, sebagai kelompok besar yang kita namai Indonesia. Bahkan, kepentingan bangsa seringkali hanya dijadikan bungkus, untuk menutupi kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

Bu Susi sering berhadapan dengan mereka yang kerap menggunakan kepentingan bangsa hanya sebagai bungkus. Di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Jumat (18/08/2017), misalnya. Bu Susi bilang, ada investor yang mencoba melobi agar penenggelaman kapal bagi pelaku pencurian ikan, dihentikan. Padahal, itu agenda besar bangsa bahari ini, untuk menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia di lautan.

Bagi saya, kebijakan Bu Susi menangkap pelaku illegal fishing, menenggelamkan kapal mereka, bukan sekadar menjaga kekayaan laut kita. Tapi, Bu Susi berupaya keras untuk menegakkan kedaulatan bangsa ini di lautan. Berpuluh tahun, negeri ini tidak berdaulat di lautnya sendiri. Laut kita dikuasai pelaku illegal fishing, dikuasai orang-orang asing.

Konteks kedaulatan bangsa inilah yang dipesankan Bu Susi kepada warga Pulo Dua, pada Jumat (26/07/2019) lalu. "Jaga tanah-tanah di Pulo Dua ini, agar menjadi milik orang-orang Pulo Dua. Jangan sampai terjual ke asing, karena Pulo Dua ini juga pulau terluar yang penting untuk pertahanan negara kita," kata Susi Pudjiastuti dengan sungguh-sungguh.

Spirit Menjaga Negara
Bu Susi berada di Pulo Dua untuk meresmikan pembukaan Festival Pulo Dua 2019. Bukan dalam acara pembukaan latihan bela negara. Namun, cermatilah pesannya: jangan sampai terjual ke asing dan penting untuk pertahanan negara. Sekali lagi, ini menunjukkan kepada kita bahwa agenda kebangsaan tidak pernah lepas dari gerak-gerik Bu Susi.

Intinya, sangat mengandung spirit pidato 17 Agustus. Inilah yang saya sebut sebagai curi start. Sebenarnya, istilah curi start itu, tidak tepat. Kenapa? Karena, sejak start sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dilantik Senin (20/10/2014), Bu Susi sudah menunjukkan ke-concern-annya untuk menjaga negara ini.

Dalam hal anggaran, misalnya. Bu Susi tidak ingin membebani anggaran negara. Saat konferensi pers di kantornya, pada Jumat (31/12/2014), ia pasang target untuk mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang selama ini dinikmati pelaku industri perikanan. Subsidi sektor perikanan mencapai Rp 11,5 triliun. Kesadaran untuk tidak membebani anggaran negara, sudah tertanam dalam diri Bu Susi sejak awal.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun