Mohon tunggu...
Ismi Mukarromah
Ismi Mukarromah Mohon Tunggu... ~

Do it well

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Penjaga Perdamaian

3 Juni 2019   19:43 Diperbarui: 3 Juni 2019   19:49 0 0 0 Mohon Tunggu...
Penjaga Perdamaian
Pixabay.com

Sejak tahun 1957, Kontingen Garuda dari Indonesia telah berpatisipasi dalam menjaga perdamaian di dunia. Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara pengirim pasukan pemelihara perdamaian PBB. Apalagi dengan terpilihnya Indoesia sebagai anggota Dewan Keamanan tidak tetap. Sesuai dengan Pasal 24 Piagam PBB, Dewan Keamanan PBB mempunyai tugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Hal itu sesuai dengan salah satu cita-cita luhur bangsa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Indonesia akan memiliki suara untuk mempengaruhi keputusan-keputusan terkait keamanan dunia yang akan diambil DK PBB. Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkannya untuk melaksanakan prioritas Republik ini dalam DK PBB. Pertama, perdamaian dan stabilitas dunia. Kedua, sinergi antara Dewan Keamanan PBB dan organisasi regional. Ketiga, menanggulangi terorisme, radikalisme dan ekstremisme, serta sinergi antara penciptaan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

Para pasukan penjaga perdamaian tak bisa memilih, mereka harus siap ditempatkan dimana saja dengan konflik apa yang sedang terjadi di negara tersebut. Konflik bisa terjadi antar negara maupun internal negara karena perbedaan politik antar partai yang berkuasa dengan pemerintah atau lainnya. Dengan adanya pasukan perdamaian mereka membantu untuk melakukan negosiasi atau sebagai penengah, dan kalau sudah tercipta ketertiban maka Perserikatan Bangsa-Bangsa tentunya ingin agar kesejahteraan, kemakmuran dan rasa aman bisa terwujud. Begitu terjadi aman maka kegiatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat berjalan dengan normal termasuk komunikasi antara rakyat, pemimpin dan pemerintah setempat.

Kontingen Garuda di berbagai misi PBB selalu diterima dan dihargai. Selalu dapat berbaur dengan masyarakat sekitar, menghormati adat dan istiadat masyarakat lokal. Dengan menunjukkan profesionalisme, disiplin, dedikasi, dan loyalitas mereka. Serta menjaga sikap dan perilaku dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat dan pasukan dari negara-negara lain. Pasukan dari Indonesia juga dikenal sangat ramah dengan penduduk setempat.

Sisi suka cita menjadi pasukan perdamaian tentunya merasa bangga bisa mengabdikan diri ke hadapan dunia internasional dalam misi kemanusiaan dengan bentuk tugas penjaga perdamaian di suatu negara. Meskipun medan yang dihadapi bisa berbeda-beda dan butuh adaptasi dengan lingkungan maupun iklimnya. Sisi duka dari pasukan perdamaian tentu jauh dari keluarga dan orang-orang yang disayangi dalam waktu yang terhitung lama.

Penempatan personel militer Indonesia di bidang ini membawa sejumlah manfaat, seperti meningkatkan profesionalisme dan jejaring internasional pasukan Indonesia, memperkuat pengakuan internasional atas kemampuan pasukan Indonesia bagi perdamaian dunia, juga kesempatan untuk memperbesar peluang partisipasi pelaku bisnis di Indonesia untuk memperluas usaha pengadaan barang dan jasa untuk berbagai misi perdamaian PBB.

Kini menjadi pasukan perdamaian tidak hanya dilakukan oleh laki-laki saja tetapi juga dilakukan oleh perempuan. Hal ini karena pasukan perdamaian perempuan memang dibutuhkan. Karena dalam tiap konflik perempuan dan anak-anak merupakan pihak paling rentan dan banyak menjadi korban. Di saat mereka perlu rehabilitasi, perlu perlindungan, mereka biasanya lebih mudah terbuka dan percaya kepada sesama perempuan. Oleh karena itulah, salah satu upayanya adalah untuk meningkatkan jumlah perempuan dalam operasi pemeliharaan perdamaian.

Pasukan perempuan lebih dapat diterima dan lebih mudah dalam menjalin komunikasi dengan penduduk lokal, terutama perempuan dan anak-anak. Dengan terbangunnya koordinasi yang erat dengan penduduk lokal, para pasukan perempuan mendapatkan berbagai informasi penting yang dapat mendukung efektifitas misi yang sedang dijalankan. Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari solusi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai sumber perdamaian dan keamanan

Seiring dengan gagasan tersebut, disampaikan pula bahwa Indonesia akan terus mendukung Women, Peace and Security Agenda (WPS), khususnya mengenai pemajuan dan peningkatan jumlah serta peran perempuan dalam Misi Perdamaian PBB di berbagai lini. Termasuk pencegahan dan resolusi konflik, pemeliharaan perdamaian (peacekeeping), pembangunan perdamaian (peacebuilding), dan pembangunan jangka panjang.

Poin penting untuk mewujudkan misi pemeliharaan perdamaian yang berdaya-guna, yakni: memperhatikan kebutuhan spesifik misi, kemampuan berinteraksi dengan komunitas lokal, pemajuan peranan perempuan, dan penguatan pelatihan melalui kemitraan global, serta keselamatan dan keamanan personil di lapangan.