Mohon tunggu...
Ismail Wicaksono
Ismail Wicaksono Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Bagaimana Rasanya Donor Darah Saat Covid-19?

30 Juni 2020   21:58 Diperbarui: 30 Juni 2020   22:04 1 0 0 Mohon Tunggu...

Sabtu (13/6), Saya merasakan sebuah pengalaman yang mungkin tidak banyak dirasakan oleh orang-orang selama pandemi COVID-19 yaitu donor darah untuk pasien non COVID-19. Hari itu saya dibangunkan pukul enam, kemudian diminta segera bersiap-siap dan meluncur menuju kantor Palang Merah Indonesia di Jalan Aceh, Bandung

Perasaan saya hari itu jujur rasanya sangatlah grogi. Padahal bukan pertama kali saya menjalankan donor darah. Hal yang membuat saya khawatir adalah kondisi dimana saya melakukan donor darah yaitu di tengah pandemi.

Sesampainya di sana, saya diberikan nomor urut untuk pendonor. Ternyata saya mendapatkan nomor 120. Kekhawatiran itu akhirnya mereda karena orang yang menjalankan donor ternyata cukup banyak. Sehingga muncul keyakinan saya untuk menjalankan donor juga hari itu. 

Donor kali ini juga cukup istimewa karena untuk pertama kalinya saya menjadi donor untuk pasien rumah sakit non-COVID 19 yang membutuhkan darah. Mendengar kabar yang tersiar hari itu, stok darah di PMI disebut menipis seiring dengan pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian.

Di formulir donor hari itu juga ada lembar tambahan selain formulir yang biasanya disediakan untuk pendonor. Ada beberapa pertanyaan tambahan berkenaan dengan COVID-19. 

Setelah menunggu sekitar 30 menit sampai satu jam menunggu di ruang tunggu samping gedung akhirnya nomor saya dipanggil untuk masuk ke gedung PMI. Kemudian proses berlangsung sama seperti donor darah biasanya. 

Diminta mengisi kuisioner, cek HB dan tekanan darah, kemudian menjalankan donor darah seperti biasanya. Perbedaan yang terlihat antara lain adalah sekat-sekat tinggi yang dipasang antara komputer tempat mengisi kuisioner, disediakan pula hand sanitizer di bilik-bilik tempat mengisi kuisioner tersebut. 

Di lantai juga terpasang sticker-sticker untuk menjaga jarak antar pendonor juga kursi-kursi ruang tunggu yang ditandai dengan lakban atau sticker agar tidak diduduki. Petugas juga seluruhnya menggunakan masker dan pelindung wajah.

Tujuan lainnya dari donor saya hari ini juga untuk melaksanakan KKN atau Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Pendidikan Indonesia. Kali ini KKN yang dinaungi LPPM UPI mendorong mahasiswanya untuk melakukan bakti dari rumah masing-masing kepada masyarakat setempat dia tinggal. 

Salah satu pengalaman lain yang baru juga dimana mahasiswa bisa memilih program kerjanya sendiri-sendiri atau dalam kelompok kecil dan melakukan lebih banyak kegiatan seperti penyuluhan, edukasi, dsb. secara daring. 

Bagi saya KKN ini memiliki tantangan tersendiri, dimana kegiatan yang biasanya identik untuk dilakukan secara berkelompok pada kali ini semua ditangani sendiri mulai dari perancangan, pembuatan, dan pelaksanaan ke lapangan. Terlepas dari segala tantangan yang ada, kegiatan KKN ini memiliki kesan tersendiri bagi saya untuk tetap bersilaturahmi dengan tetangga walaupun masih ada pandemi

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x