Mohon tunggu...
ISJET @iskandarjet
ISJET @iskandarjet Mohon Tunggu... Administrasi - Storyteller

Follow @iskandarjet on all social media platform. Learn how to write at www.iskandarjet.com. #katajet. #ayonulis. Anak Betawi. Alumni @PMGontor, @uinjkt dan @StateIVLP. Penjelajah kota-kota dunia: Makkah, Madinah, Tokyo, Hong Kong, Kuala Lumpur, Langkawi, Putrajaya, Washington DC, Alexandria (VA), New York City, Milwaukee, Salt Lake City, San Francisco, Phuket, Singapore, Rio de Janeiro, Sao Paulo, Dubai, Bangkok.

Selanjutnya

Tutup

Gadget Artikel Utama

Demi Kesehatan Mentalmu, Instagram Sembunyikan Jumlah Sukamu

20 November 2019   11:58 Diperbarui: 21 November 2019   15:27 373
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pixabay/TheDigitalArtist

Sebutkan satu media sosial yang memberikan dampak paling buruk bagi kesehatan mental pengguna. Jawaban paling diakui oleh banyak pakar dan dimaklumi oleh semua pengguna di dunia adalah: Instagram. Antara lain karena fitur jumlah sukanya (baca: like).

Instagram tidak hanya diganderungi oleh para pengguna internet, khususnya anak muda, sebagai platform berbagi momen terbaik melalui foto dan video. Tapi juga membuat mereka kecanduan berburu suka atau hati, lalu terjebak dalam kondisi perfeksionis.

Itulah sebabnya, sejak Juli lalu, Instagram sudah memulai uji coba menyembunyikan jumlah jempol dari penampakan setiap pos yang mengalir di linimasamu.

Artinya, kamu tidak akan bisa mengetahui berapa jumlah hati yang didapat oleh seorang artis atau teman atau idola yang kamu ikuti.

Yang tampak di layar hanya aliran foto, satu orang paling relevan yang menyukai konten itu, dan tulisan 'lainnya'. Begitupun dengan video. Tidak ada lagi tampilan jumlah pemirsa di linimasa.

Jika bagian 'lainnya' itu diklik, jangan berharap kamu dapat melihat jumlah orang yang berada dalam lis para penyuka atau pemirsa tadi. Tidak akan.

Jumlah penyuka dan pemirsa sudah dihilangkan oleh Instagram. Hanya pemilik konten yang bisa melihatnya. Sedangkan para pengikut hanya bisa melihat konten dan nama penyuka yang paling relevan.

Hanya saya yang bisa melihat jumlah pemirsa ataupun jumlah suka di sebuah konten.

Kecuali kamu super kepo, sehingga mau bersusah-payah menghitung secara manual total suka yang didapat oleh sebuah foto atau video. Atau kamu super narsis, sehingga sempat-sempatnya memotret-layar bagian penampakan jumlah suka ini, lalu membagikannya ke instafeed maupun instastory.

Kepada BuzzFeed News, Pemimpin Instagram Adam Mosseri mengatakan, uji coba ini bukan untuk mendorong penggunanya pada perilaku tertentu, melainkan untuk menciptakan lingkungan yang tidak penuh tekanan, di mana orang merasa nyaman mengekspresikan diri mereka. Dan agar pengguna mengurangi fokusnya pada jumlah hati.

"Kami mendengar banyak orang yang mengkhawatirkan jumlah suka yang mereka dapatkan," kata Adam.

Hidup Milenial Jadi Lebih Tenang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun