Mohon tunggu...
Zulkarnain El Madury
Zulkarnain El Madury Mohon Tunggu... Lahir di Madura pada tahun 1963,

Seorang pemburu kebenaran yang tak pernah puas hanya dengan " katanya". Adalah Da'i Pimpinan Pusat Muhammadiyah peeriode 1990 sd 2007, selanjutnya sebagai sekjen koepas (Komite pembela ahlul bait dan sahabat) hingga 2018, sebagai Majelis Tabligh/Tarjih PC. Muhammadiyah Pondok Gede, Sebagai Bidang Dakwah KNAP 2016 -219 . Da'i Muhammadiyah di Seluruh Tanah air dan negeri Jiran ..pernah aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia), Tinggal dijakarta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Penumpang Gelap Muhammadiyah

3 Mei 2020   07:13 Diperbarui: 3 Mei 2020   07:24 131 0 0 Mohon Tunggu...

Disebut penumpang gelap artinya adalah penumpang selundupan atau penumpang yang tak bertiket, biasanya peran sebagai penumpang gelap itu adalah mencari kesempatan untuk menjambret atau  mencopet  apa saja sesuai dengan target mereka. 

Jika kaitannya dengan Muhammadiyah Sudah pasti yang dimaksud adalah mereka yang menggunakan kebesaran Muhammadiyah untuk memudahkan langkah mereka mencapai tujuan lewat Muhammadiyah. 

Mereka menggunakan calop yang rapi untuk tidak bisa terdeteksi oleh siapapun dan seolah-olah memang bagian dari para pejuang Muhammadiyah. Sedangkan tujuan utamanya adalah menggunakan media Muhammadiyah dalam rangka mempercepat proses keberhasilan di dalam mencapai tujuan mereka.

Contohnya munculnya berbagai media sosial yang dikelola oleh orang-orang Muhammadiyah namun jalur yang ditempuhnya berseberangan dengan Muhammadiyah. Ada juga dengan cara Menulis artikel artikel bermuatan Muhammadiyah namun konten sebenarnya ingin menggiring opini yang diinginkan oleh mereka. 

Dengan kemampuan intelektual yang memadai dan bahasa retorika yang tinggi menulis berbagai artikel kemuhammadiyahan yang diselingi komentar-komentar pembangkangan terhadap langkah-langkah primordial atau yang dikenal dengan puritanis agar tidak berkembang di Muhammadiyah. 

Biasanya metode penulisan diasaskan pada retorika ilmiah yang dipaksakan untuk bisa menyimpulkan pendapatnya bahwa tulisan mereka dalam rangka lebih jauh mendorong berpikir berkemajuan sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah. Meskipun sebenarnya hanya sebuah kebohongan belaka. 

Ada beberapa apa media yang seringkali membawa nama Muhammadiyah meskipun tujuannya tidak sejalan dengan Muhammadiyah. Seperti Ma'arif Institute dan Muhammadiyah Institute, juga Ibtimes.Id, adalah sarang-sarang liberalisasi di dalam melancarkan misinya dan memudahkan langkahnya menuju cita-cita mereka. 

Terlebih pembicaraan mereka menggunakan alat Muhammadiyah di dalam mencapai tujuan sudah pasti menggiurkan orang yang membacanya. Apalagi bisanya memiliki peran di Muhammadiyah, tentu saja itu akan sangat membantu memudahkan langkah mereka menuju cita-cita. 

Seperti Ma'arif Institute, Muhammadiyah Institute dan Ibtimes menggunakan isu-isu Muhammadiyah di dalam berbagai pembahasannya mengupas masalah kekinian, menampilkan refleksi pemikiran yang bermuatan nilai-nilai Muhammadiyah, meskipun hanya sebatas retorika belaka.

Padahal intinya adalah tujuannya dapat dengan mudah ah sampai pada maksud yang diharapkan. Lebih jauh biasanya selalu mengedepankan Muhammadiyah sebagai modal menuju destinasi yang diinginkan, seperti mengangkat kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh Muhammadiyah terutama di bidang pengembangan intelektual, seperti pendidikan dan bidang ekonomi. 

Tetapi di sisi lain menebar kebencian menyebut gerakan primordial dan puritanisme sebagai gejala dan usaha mematikan langkah Muhammadiyah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN