Regional

LDII Gelar Kajian Hadist Shohih Muslim

27 Maret 2018   15:02 Diperbarui: 27 Maret 2018   15:02 254 0 0

Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Bekasi Selatan menggelar pengajian Hadist Shohih Muslim di Masjid Al Barokah, Jatirasa, Bekasi Selatan yang dimulai sejak hari Minggu (25/3/2018) hingga tanggal 1 April 2018. Dalam sambutan pembukan pengajian Hadist Shohih Muslim ini, anggota Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Daerah LDII Kota Bekasi, Kuswanto Sukoco, menyerukan agar warga LDII selalu giat dalam menimba ilmu. 

"Ini kesempatan bagi kita semua termasuk warga LDII untuk menimba ilmu mumpung masih diberi kesempatan, kelonggaran, kesehatan, karena dengan bertambahnya ilmu maka kita semakin insya Allah lebih memahami bagaimana praktik ibadah kita kepada Allah subhahana wa ta'ala. 

Selain itu, dengan bertambah ilmu bukan saja menambah wawasan tapi juga kita banyak mendapat manfaat dari ilmu yang kita peroleh. Dengan ilmu, kita jadi tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang sah dan mana yang palsu. Karena itu, terutama bagi generasi muda agar senantiasa giat dalam mencari ilmu untuk bekal kehidupan di dunia dan akhirat," ujar Kuswanto Sukoco.

Dalam acara pembukaan pengajian Hadist Sohih Muslim ini hadir sekitar 1000 orang yang terdiri dari warga LDII maupun masyarakat umum. Jadwal kajian Hadist Shohih Muslim ini terdiri dalam 5 sesi yang dimulai pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB dan berakahir hingga pukul 22.00 WIB. Peserta pengajian Hadist Shohih Muslim tampak antusias. 

"Materi Hadist Muslim ini semakin menambah keyakinan keimanan saya ketika dikaji mengenai bab keimanan sebagai awal pembahasan  dari kajian Hadist Shohih Muslim ini. Dalam salah satu hadist di Kitab Shohih Muslim ini diceritakan tentang iman, islam, dan ihsan," ujar Iqbal, salah satu peserta pengajian Hadist Shohih Muslim ini.

 Ustadz Zaenal Mufid, yang mengajarkan Kitab Hadist Sohih Muslim ini, dengan gamblang dan sabar menyampaikan baik materi hadistnya maupun penjelasan yang menunjang materi inti hadistnya. "Dalam mukadimah hadist shohih Muslim ini, Imam Muslim memberikan pengantar tentang hadist yang dihimpunnya antara lain tentang para perawi hadist yang kuat hafalannya maupun perawi hadist yang tidak diterima, termasuk memberikan penjelasan bagaimana hadist shohid Muslim ini disusun. 

Salah satu hadist dalam kitab ini mengingatkan kita agar hati-hati menerima kabar atau hadist, harus diteliti betul siapa yang meriwayatkan hadistnya, dari mana sumbernya, apakah sumbernya dapat dipercaya, itu semua sebagai peringatan agar kita terhindar dari hadist palsu," ujar Zaenal Mufid.

Rata-rata sekitar 500 peserta hadir mengikuti pengajian Hadist Shohid Muslim ini. Ada yang berminat ?