Mohon tunggu...
Alifis@corner
Alifis@corner Mohon Tunggu... Seniman - Seniman Serius :)

Sebagaimana adanya, Mengalir Seperti Air | Blog : alifis.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Survei: Mayoritas Mahasiswa Menganggap Kuliah Online Itu Nyebelin

26 Mei 2020   23:36 Diperbarui: 16 Juni 2020   13:07 1396
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi kuliah online (Sumber: shutterstock.com)

Jadi, perkuliahan semester genap tahun akademik 2019/2020 ini unik. Setengah semester dilalui dengan kuliah di kampus dan setengah semester akhir, kuliah online di rumah. 

Dosen dan mahasiswa bisa membandingkan efektivitas dan efisiensi antara pelaksanaan pembelajaran berbasis kelas (classical learning) dan berbasis online (e-learning) dalam rangka pencapaian muatan pembelajaran. 

Walau sebenarnya tidak murni sebagai perbandingan metode, karena sebagian dosen sudah menerapkan metode campuran yaitu blended learning, yang memadukan antara keduanya.

Dalam tataran normatif, mahasiswa makin mudah mendapatkan informasi terkait kegiatan akademik, efektif dan efisien dalam berkomunikasi dengan dosen, serta semakin dekat dengan referensi, karena mudah mengakses materi-materi perkuliahan yang dishare dosen maupun download dari layanan e-learning kampus, memanfaatkan perangkat handphone atau laptop.

Apakah kelebihan itu serta merta memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan dosen?

121 mahasiswa sebagai responden menguak persepsi diri terkait Kuliah Online.

Belum Familiar dengan Kuliah Online

Q12_result (dokpri)
Q12_result (dokpri)
Separoh lebih mahasiswa (55,4%) memiliki persepsi bahwa kuliah online adalah kuliah tatap muka berbasis internet. Online berarti internet. Kuliah online berarti perkuliahan yang dilakukan melalui media internet. 

Sebanyak 30,6% mempersepsi kuliah online, identik dengan menghadirkan media pembelajaran. Persepsi kuliah di luar kampus, benar tapi tidak mencerminkan proses, hanya menunjuk pada aktivitas fisik, termasuk 8,3% curhat bahwa kuliah online dipenuhi penugasan.

Mayoritas mahasiswa (83% responden) sepakat bahwa kuliah online itu sesuatu yang baru dan atau belum pernah mengikutinya. 32,3% mahasiswa sudah pernah mengikuti kuliah online. 

Dari sini terlihat minimnya dosen memanfaatkan pembelajaran online sebelum ada pandemi Covid-19. Pandemi memperkaya dosen dan mahasiswa tentang cara pandang dan persepsi pembelajaran. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun