Mohon tunggu...
Ali Warsito
Ali Warsito Mohon Tunggu... Seniman

Apa adanya, Mengalir Seperti Air

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Kala Momen Mudik Ambyar

5 Mei 2020   17:50 Diperbarui: 5 Mei 2020   17:49 29 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kala Momen Mudik Ambyar
(pic : radioidola.com)

Ini topik curhat. Maafkanlah, jika menulisnya agak tersendat. Alurnya maju mundur tak pekat.. Dengan membangkitkan rasa-rasa yang sebenarnya sudah dilupakan. Tapi harus dihadirkan. Namanya juga curhat.

Tersulit sih tidak. Tapi momen ini cukup menyita perhatian. Untuk saat ini sih, kami sudah menata hati dan pikiran untuk tetap optimis, semangat dan sabar. Walau kadang-kadang ...

Memori Ramadan Yang Selalu Dirindu

Setiap kali bertemu bulan Ramadan, selalu menghadirkan rasa yang khas. Suasana ibadahnya saat sholat Isya Tarawih, berburu kuliner khas Ramadan, mobilitas keluarga saat mudik dan begitu balik membawa kedamaian dan semangat baru memulai aktivitas di tanah rantau. Saat itu, tiba-tiba saja Ramadan telah berlalu, yang akan selalu kami rindu.

Anda bisa bayangkan kami muslim di kota Kupang NTT  minoritas. Dengan aktivitas sehari-hari yang padat wajar saja diantara kami yang tak seberapa, jarang berjumpa. Apalagi memiliki profesi dan bidang kerja berbeda. Kalaupun sholat rawatib berjamaah rutin digelar di masjid, toh hanya sebagian kecil saja yang istiqomah menjalani.

Sholat Tarawih menjadi daya tarik luar biasa di bulan Ramadan. Semua keluarga muslim dengan penuh semangat, menyisihkan waktu untuk bisa sholat taraweh di masjid. Momen setiap malam di bulan Ramadan begitu bersemangat, ghirah yang tinggi menyertai. Semua berniat untuk beribadah sebanyak -banyaknya, diampuni semua dosa selama setahun, dan semakin dekat derajat dimata Allah. Manusia yang bertaqwa.

Rangkaian ibadah malam Ramadan di masjid, biasanya diawali dengan kajian sore sebelum berbuka, dilanjut berbuka puasa bersama bagi yang sudah hadir. Para bapak, para muda dan anak-anak biasanya. Takjil, makanan dan minuman buka puasa, sumbangan dari keluarga muslim di Penfui dan Baumata. Sudah terjadwal selama 30 hari. Di momen inilah para Ibu bersemangat sedekah dan membuatkan makanan berbuka.

Buka puasa bersama dilanjut sholat maghrib. Setelahnya istirahat. Ada yang berlanjut menghabisan hidangan atau pulang makan di rumah. Anak-anak biasanya memanfaatkan waktu menunggu Isya dengan bermain sukaria, di halaman masjid yang luas. Berlarian dibawah cahaya terang benderang. Semua menjadi momen yang membahagiakan.

Keluarga yang di rumah, bersyukur dengan menikmati sajian  berbuka dan sholat maghrib berjamaah di rumah. Begitu mendekat Isya, mulailah semua keluar rumah dengan berpakaian indah, sajadah dan melangkah bahagia. Berbondong-bondong jalan kaki menyisir jalanan sambil bercanda gembira.  Yang rumah jauh dari masjid, naik motor atau mobil.

Halaman masjid jadi meriah, penuh sesak dengan orang-orang yang berniat beribadah. Di luar pagar mobil-mobil berjejer rapi. Di bawah pohon mangga, ratusan motor berderet diatur panitia. Masjid penuh sesak sampai ke serambi kanan dan kiri. Bahkan luber sampai halaman depan. Momen yang mengharukan di setiap malam Ramadan. Tak bisa ditemui di hari-hari biasa selain bulan Ramadan.

Kala Momen Mudik Ambyar ?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN