Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Turbulensi Singapore Airlines dan Pelajaran bagi Penumpang

23 Mei 2024   06:21 Diperbarui: 23 Mei 2024   06:25 308
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Singapore Airlines (SIA)|Foto dok. Kompas /Elok Dyah Messwati

Maskapai Singapore Airlines (SIA) merupakan maskapai yang terkenal dengan sistem pengamanan yang baik, selain juga memiliki standar pelayanan penumpang yang prima. 

Namun, meskipun jarang terjadi, ada juga kejadian yang tidak diharapkan menimpa maskapai dari negara tetangga tersebut.

Itulah yang terjadi pada Selasa (21/5/2024) petang. Pesawat SIA yang tengah dalam perjalanan dari London ke Singapura terpaksa mendarat darurat di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand.

Langkah tersebut harus dilakukan pilotnya karena sebelumnya mengalami turbulensi parah di atas Laut Andaman. Akibatnya, 1 penumpang meninggal dan 30 orang luka-luka.

Menurut berita Kompas.com (22/5/2024), turbulensi parah tersebut berupa penurunan ketinggian secara drastis, dari semula 37.000 kaki ke ketinggian 31.000 kaki dalam waktu cepat.

Jika dihitung dalam meter, penurunan ketinggian mendadak itu sekitar 1.900 meter. Karena bandara besar terdekat dari lokasi turbulensi berada di Bangkok, di sanalah dilakukan pendaratan.

Dalam foto-foto yang beredar di media massa terlihat kondisi yang porak poranda. Barang penumpang berjatuhan dari kabin dan makanan untuk penumpang berserakan.

Penumpang yang luka-luka diperkirakan ketika terjadi turbulensi tidak sedang memakai seat belt, atau memakainya tapi tidak terpasang dengan baik.

Adapun seorang penumpang yang meninggal dunia diduga karena mengalami serangan jantung. Karena itulah, mengacu pada prosedur penerbangan, dilakukan pendaratan darurat.

Nah, bagi penumpang maskapai penerbangan apapun, ada pelajaran penting yang dapat dipetik dari musibah di atas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun