Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Gen Z dan Milenial Penunggak Terbesar Pinjol dan Paylater

21 Mei 2024   06:21 Diperbarui: 21 Mei 2024   06:36 926
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi dok. Getty Images/iStockphoto/Sitthiphong, dimuat detik.com

Perkembangan pinjaman online (pinjol) dan paylater sungguh sangat pesat. Kecepatan proses pemberian pinjaman, hanya dalam hitungan menit jika syarat terpenuhi, menjadi daya tarik utama.

Persyaratan bagi calon peminjam pun amat ringan, yakni cukup memberikan foto KTP, punya pekerjaan dan punya rekening bank yang masih aktif.

Kalau meminjam di bank, jelas prosesnya jauh lebih lama. Bank perlu menganalisis calon peminjam, dengan meneliti faktor 5C (character, capacity, collateral, condition, dan capital).

Kenapa analisis pihak bank demikian njelimet? Karena bank harus yakin terlebih dahulu dengan kemampuan si peminjam untuk mengembalikan pinjaman ke bank.

Lalu, kenapa pengelolaan pinjol relatif tidak selektif terhadap calon peminjam? Apakah mereka siap dengan tunggakan pinjaman yang tinggi?

Yang jelas, suku bunga pinjol jauh di atas suku bunga kredit perbankan. Besarnya suku bunga tersebut mencerminkan pengelola pinjol berharap dapat untung yang melebihi tingkat tunggakan.

Terhadap penunggak, pengelola pinjol sangat gigih menagih. Bahkan, pinjol akan mendapatkan keuntungan lebih besar karena tunggakan itu dikenakan denda selain bunganya tetap berjalan.

Begitulah kondisi sekarang. Perkembangan teknologi telah mengubah banyak hal, termasuka dalam cara bertransaksi dan cara pinjam meminjam.

Gen Z dan milenial sebagai generasi yang paling fasih menggunakan teknologi, tak ayal lagi, menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan pinjol.

Untuk apa mereka meminjam? Ya, ada memang yang bersifat produktif seperti untuk modal usaha. Tapi, banyak pula yang konsumtif, misalnya membeli tiket konser atau untuk pergi berlibur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun