Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Atasan Pukul Bawahan, Emosi Bukan Solusi

4 Juli 2022   07:02 Diperbarui: 4 Juli 2022   07:11 281 64 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi pemukulan|dok. beritapulsa.com

Meskipun tidak terlalu ramai diberitakan, beberapa waktu lalu, ada kejadian menarik di sebuah kantor pemerintah yang menjadi contoh tidak baik dalam hubungan kerja antara atasan dan bawahan.

Kejadian tesebut, tepatnya terjadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Bekasi, Senin (6/6/2022). Ketika itu, seorang atasan di kantor itu berinisal MAZ memukul bawahannya, DA.

Kompas.com (8/6/2022) memberitakan bahwa akibat pukulan tersebut, DA tersungkur dan dibawa ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Adapun penyebab terjadinya pemukulan, karena DA diberi suatu pekerjaan yang oleh MAZ dinilai korban belum mengerjakannya sampai tenggat waktu yang ditetapkan.

Tulisan di bawah ini tidak bermaksud membahas lebih jauh kejadian di atas. Cukup sudah hal itu terjadi sebagai pelajaran bagi semua orang kantoran.

Bahwa menyelesaikan sebuah persoalan dengan aksi pemukulan, bukan saja tidak efektif, malah menjadi suatu hal yang kontra produktif.

Terlepas dari kasus tersebut, memelihara hubungan kerja yang harmonis antara atasan dan bawahan, sangat diperlukan. 

Atasan secara struktur organisasi memang punya kekuasaan. Makanya, di era jadul, konon atasan yang melakukan kekerasan fisik kepada bawahannya, dianggap hal biasa.

Namun, sejak rata-rata pendidikan masyarakat kita semakin membaik dan kesadaran hukum serta pengetahuan tentang etika dalam bekerja semakin meningkat, sangat langka atasan memukul bawahan.

Memukul, apapun alasannya, identik dengan kegagalan dalam mengendalikan emosi. Mengambil suatu keputusan atau tindakan berdasarkan emosi, bukan solusi yang bijak.

Toh, tanpa memukul pun seorang atasan bisa menghukum bawahan sesuai dengan tata kelola yang berlaku di suatu kantor.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan