Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Rezeki Itu Misteri, Tukang Jahit Punya Hotel 173 Kamar

3 April 2022   19:13 Diperbarui: 3 April 2022   19:17 2239
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hotel Madani, Medan|dok. gowest.id

Rezeki memang mengandung misteri. Konon, pintu rezeki itu banyak dan kita sering tidak menduga, ada rezeki yang datang dari pintu yang tak terduga.

Tapi, kalau dipelajari kisah inspiratif orang-orang sukses, sebetulnya "kunci" untuk membuka pintu rezeki yang halal bisa didapatkan.

Pada tulisan ini, akan dikisahkan sebuah contoh, bagaimana seorang yang meraih kesuksesan, meskipun saat mulai berusaha di usia remaja, sama sekali tidak memperkirakan kelak ia akan menjadi orang yang bergelimang harta.

Masri Nur, demikian nama seorang perantau asal Padang di kota Medan, yang kisahnya diharapkan bisa menginspirasi pembaca untuk selalu gigih dalam berusaha.

Berangkat seorang diri naik bus dari Padang ke Medan pada tahun 1969, saat Masri masih berusia  16 tahun, masa yang seharusnya asyik untuk belajar di sekolah dan bermain dengan teman-teman.

Namun, Masri memilih untuk memulai peruntungannya di negeri orang. Menjadi penjual tiket bus, adalah profesi pertamanya.

Kemudian, Masri menjadi tukang jahit yang terbukti menjadi batu loncatan keberhasilannya. Sampai sekarang pun Masri masih mengaku sebagai tukang jahit, meskipun sudah punya bisnis properti (plaza dan hotel).

Ya, Masri Nur adalah pendiri hotel syariah pertama di kota terbesar di Sumatera itu, Hotel Madani Medan. Hotel itu terletak di Jalan Sisingamagaraja, tak jauh dari Masjid Raya Medan dan Istana Maimun, dua ikon wisata Medan.

Untuk membangun hotel dengan 173 kamar itu, Masri harus merogoh kocek sekitar Rp 200 miliar di luar harga tanah, seperti yang ditulis oleh bintangbisnis.com.

Karena berkonsep syariah, pada awalnya Hotel Madani beberapa kali menolak tamu yang bukan pasangan suami istri. Tidak ada alkohol di hotel, dan penyanyi wanita di lounge hotel harus berhijab.

Ada lelaki yang ketika check-in datang seorang diri, tapi kemudian didatangi perempuan yang bukan istrinya. Terhadap yang seperti ini, manajemen hotel dengan tegas "mengusir", meskipun terpaksa mengembalikan uang yang telah diterimanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun