Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Kasus Salah Transfer dan Paradoks Kemajuan Teknologi Perbankan

18 Januari 2022   07:56 Diperbarui: 18 Januari 2022   07:58 513
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi salah transfer|Sumber: U-Report, dimuat viva.co.id

Sekarang hampir semua orang sudah punya rekening di bank, bahkan ada yang punya beberapa rekening, baik di satu bank atau di beberapa bank.

Bagi orang gajian dan tidak punya sumber penghasilan lain, sudah bisa ditebak, rekeningnya akan bertambah pada tanggal tertentu setiap bulannya.  Sedangkan mutasi rekening lainnya, kebanyakan berupa transaksi pengeluaran uang.

Sedangkan bagi para pedagang atau wirausahawan, tentu mutasi rekeningnya akan lebih sering, baik penambahan atau pengurangan saldo. Bertambah misalnya dari hasil penjualan dan berkurang kalau membeli barang yang akan dijual.

Nah, bila pemegang rekening merasa tidak melakukan sesuatu, tiba-tiba rekeningnya berkurang, jelas akan membingungkan nasabah. Bahkan, bisa bikin sport jantung bila jumlah yang tiba-tiba raib tersebut lumayan besar.

Mau tak mau nasabah harus mengurus ke bank tempat ia membuka rekening. Tapi, untuk mengembalikan dana yang keluar tanpa sepengetahuan nasabah, ternyata tidak gampang.

Pihak bank biasanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk memastikan sumber kekeliruan. Kenapa demikian lama? Karena sekarang pembukuan dilakukan secara sistem yang terpusat, biasanya ditangani Divisi Sentral Operasional di kantor pusat.

Bila dari hasil pemeriksaan bank, nasabah yang dianggap bertindak lalai sehingga misalnya kata kuncinya diketahui orang lain, bisa-bisa uang tidak kembali.

Namun, bila kesalahan bersumber dari petugas atau dari sistem bank itu sendiri, uang akan dikembalikan ke rekening nasabah.

Ada pula kasus sebaliknya, tanpa jelas siapa yang mengirim dan tanpa jelas dalam rangka apa, tiba-tiba rekening seorang nasabah bertambah, bahkan bisa saja dalam jumlah besar yang mencengangkan pemegang rekening.

Nasabah jangan buru-buru merasa mendapat rezeki nomplok. Sebaiknya nasabah bertanya ke petugas bank.  Kalaupun nasabah tidak mendapat jawaban yang memadai, jangan menggunakan uang yang diduga salah kamar itu. 

Soalnya, jika kelak pihak bank menemukan bukti telah terjadi kekeliruan, nasabah yang rekeningnya tiba-tiba membengkak itu, dengan segala upaya akan diminta mengembalikannya ke bank.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun