Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

"Super Loving Father" yang Berjuang Melawan Virus Tanpa Mengeluh

21 Juli 2021   11:00 Diperbarui: 21 Juli 2021   16:02 459
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilistrasi super loving father|dok. freepik.com, dimuat grid.id

Ada pesan dari Bu H yang mengabarkan kondisi kamu yang makin kritis. Ia sekaligus mengajak aku agar malamnya ikut berdoa bersama secara virtual yang dipimpin seorang ustad, dengan memberikan link untuk acara dimaksud. 

Minggu, 18 Juli 2021 pukul 12.44.

Kali ini Bu D, yang juga anggota geng kita dulu, yang mengirim pesan. Sebuah pesan yang membuat aku terpana dan sedih tak terkira. 

Isinya aku kutip selengkapnya: "Pak, teman kita BR sudah mendahului kita baru saja. Covid. Semoga alm RIP dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan." Bu D juga memberi emoticon sedih.

Ternyata dua hari sebelum perayaan Idul Adha, kamu berpulang ke pangkuan Allah SWT. Aku sejenak mengheningkan cipta, membaca surat Al Fatihah, dan berdoa semoga semua amalmu diterima Allah, diampuni-Nya dosa-dosamu dan surga menjadi tempatmu di keabadian. Aku bersaksi bahwa kamu orang baik. 

Minggu, 18 Juli 2021 pukul 14.09.

Kembali pesan Bu D aku terima. Kali ini Bu D mengirim foto kamu sedang duduk dikitari 3 anakmu. Kayaknya itu foto lama karena anak-anakmu masih kecil.

Dan senyumanmu di foto itu serta kumis tipismu, membuat kamu terlihat gagah. Tapi, kata "gagah" mungkin juga kurang tepat, karena kamu sebetulnya bertipe simpatik, ramah, cocok dengan tutur katamu yang lembut.

Entah dari mana Bu D dapat foto itu, karena sumber foto itu kuduga dari salah seorang anakmu. Ini terlihat dari beberapa kalimat yang ditempelkan ke foto itu. Anakmu itu mungkin mencari foto lamanya dan membubuhi kalimat yang baru ia buat untuk melepas kepergian ayahnya tercinta.

Inilah kalimat anakmu: "Kalo ditanya siapa org yang ga pernah sekalipun nyakitin atau bikin sakit hati...ya ayahlah orangnya. He's a super loving father, ga pernah mikirin dirinya sendiri. Cuma mikirin istri & anak-anaknya...ga pernah marah, en negur dengan caranya sendiri yang bikin kita langsung introsepksi."

Masih dari anakmu: "Dijahatin org, ditipu org, dibohongi org...ga pernah dendam. Orang paling ikhlas yang kukenal. Orang lain susah, selalu dibantu. Even orang itu udah berkali-kali bohong".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun