Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Karyawan Teladan Tak Pernah Cuti? Waspada, Mungkin Pelaku Korupsi

6 Juni 2021   10:36 Diperbarui: 6 Juni 2021   10:41 1006
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dok. jadikaryawan.com

Atasan Desi sudah berkali-kali meminta Desi mengajarkan kepada teman yang menjadi backup-nya. Tapi, tetap saja tak berjalan dengan baik, sehingga jika Desi sakit atau cuti pada saat penyusunan laporan keuangan, petugas pengganti akan kocar-kacir.

Bagaimanapun, menurut saya, Desi masih lebih baik dari Marto, seorang karyawan di divisi lain yang pernah meraih predikat karyawan teladan.

Marto ini awalnya terkenal sebagai karyawan yang sangat rajin karena tidak pernah cuti. Bahkan, ia sering lembur sehingga ia disenangi atasan. Lagipula, orangnya ramah dan pintar bergaul.

Pada suatu kali, Marto sakit berat dan terpaksa dirawat di rumah sakit, sehingga pertama kalinya setelah beberapa tahun, ia tidak masuk kantor. Celakanya, arsip pekerjaannya tidak ditemukan, sehingga petugas penggantinya bekerja sebisanya saja.

Akhirnya, dengan seizin atasan, tempat menyimpan dokumen di meja kerja Marto dibuka paksa. Nah, setelah melihat dokumen-dokumen yang ada, terungkaplah bahwa selama ini Marto sengaja menyembunyikan sesuatu.

Wajar bila Marto tak mau cuti, karena ia khawatir, kebusukan yang disembunyikannya akan ketahuan bila ia  tak di kantor. Jadi, Marto diam-diam memalsukan dokumen pegeluaran perusahaan.

Ringkasnya, dokumen itu memperlihatkan bahwa sudah sekitar dua tahun perusahaan mengeluarkan uang untuk keperluan tertentu, dengan jumlah lebih besar dari yang seharusnya. Diduga kelebihan pembayaran itu masuk ke kantong Marto.

Tentang bagaimana modusnya, saya tidak tahu persis. Yang jelas, Marto akhirnya dipecat karena kesalahannya dinilai berat. Jika sekadar melanggar disiplin, tapi tidak merugikan perusahaan secara finansial, bisa jadi hukuman bagi Marto tidak seberat itu.

Poin saya adalah, jangan cepat mengambil kesimpulan dari apa yang terlihat di permukaan. Karyawan yang rajin sekali sampai tak pernah cuti, malah perlu diwaspadai.

Sejak itu, di tempat saya bekerja, ada ketentuan baru. Terhadap karyawan yang tak pernah mengambil cuti selama setahun, akan dipaksa cuti oleh atasannya.

Tentu saja tidak semua karyawan yang enggan cuti, integritasnya diragukan. Ada memang yang tergolong workaholic alias gila kerja. Sepetinya jika ia tidak bekerja, ia akan linglung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun