Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Olahraga Itu Menyehatkan, tapi Bisa Mematikan

22 November 2020   19:16 Diperbarui: 22 November 2020   19:31 159 33 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Olahraga Itu Menyehatkan, tapi Bisa Mematikan
Ricky Yacobi (dok. Tim Medan Selection, dimuat Kompas.com)

Seorang famili, tadi malam (21/11/2020), kebetulan menginap di rumah saya. Ia dan istrinya habis menempuh perjalanan jauh dari Kudus, Jawa Tengah, dan sengaja tidak lewat tol, karena singgah di beberapa tempat. Jadi, ia yang berangkat jam 06.00 pagi, baru sampai di rumah saya di Jakarta jam sekitar jam 9 malam.

Paginya, ia menantang saya buat berolahraga dan bertanya di mana taman tempat jogging terdekat.  Saya langsung meminta ia berpikir ulang, karena tadi malam ia terlibat ngobrol lama dengan saya sehingga baru tidur sekitar jam 11 malam. Lalu, saya tahu pukul 04.30 ia sudah bangun untuk salat subuh. Menurut saya, tidurnya belum cukup dan ia masih lelah, sehingga perlu recovery.

Saya pun bercerita tentang nasib yang menimpa mantan striker timnas Indonesia Ricky Yacobi. Sungguh tragis, Ricky mendapat serangan jantung justru sesaat setelah mencetak gol dan bermaksud mau melakukan selebrasi. Lelaki berusia 57 tahun itupun terjatuh dan tidak tertolong lagi. Peristiwa itu terjadi di Lapangan A Senayan, Jakarta, Sabtu pagi (21/11/2020).

Ricky bukan yang pertama dijemput ajal saat bermain bola. Adjie Massaid, seorang aktor dan juga politisi, meninggal pada tanggal 5 Februari 2011. Sebelumnya Adjie bermain bola di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ada lagi Basuki Srimulat, pemeran Mas Karyo di sinetron Si Doel Anak Sekolahan, meninggal 12 Desember 2007, saat bermain futsal dengan teman-temannya.

Saya yakin, di luar para selebriti, ada banyak lagi yang meninggal saat atau setelah berolahraga. Yang saya tahu, teman kantor saya di sebuah BUMN sudah beberapa orang yang "lewat". Biasalah, kalau para kepala cabang atau kepala wilayah berkumpul karena ada workshop atau dipanggil ke Jakarta ikut forum komunikasi, biasanya berakhir pada hari Jumat. 

Malamnya mereka begadang, makan-makan dan diakhiri dengan karaokean. Subuhnya mereka sudah bangun untuk bermain golf. Yang saya ingat, sudah tiga orang senior saya yang meninggal lagi main golf, satu orang saat main tenis, dan satu orang saat main bola.

Saya tidak punya kompetensi untuk berbicara tentang kematian saat berolahraga. Jadi, tulisan ini hanya dari kacamata seorang yang awam, yang perlu diteliti lagi melalui referensi yang lebih kredibel. 

Tadinya saya beranggapan bahwa bagi yang sudah berusia di atas 55 tahun, bermain sepak bola bukan lagi olahraga yang tepat, karena tidak lagi didukung oleh kemampuan fisik yang memadai buat berlari dan menendang bola di lapangan yang luas itu. Berbeda bila hanya melakukan senam atau jalan kaki selama 30 menit.

Namun, ternyata anak muda yang di bawah 5o tahun pun seperti Adjie Massaid juga jadi korban saat bermain bola. Addjie meningal pada usia 43 tahun, sedangkan Basuki pada usia 51 tahun. Sebaliknya, ada nama Rully Nere, mantan pemain timnas asal Papua yang sudah berusia 63 tahun, masih relatif sering bermain sepak bola.

Artinya, masing-masing harus memahami sinyal tubuhnya, kapan harus berhenti bermain, jangan terlena dengan keasyikan bermain dan mengabaikan sinyal kelelahan fisik. Bagi mereka yang kondisinya tidak fit atau yang sebelumnya tidak cukup tidur, pertimbangkan berkali-kali sebelum menerima ajakan berolah raga yang tergolong berat.

Demikian pula bagi yang sudah lama tidak berolahraga berat, jangan langsung bermain dalam waktu yang lama. Seperti diketahui, main sepak bola itu berlangsung selama 2 kali 45 menit. Semuanya perlu dilakukan secara bertahap, tak bisa mengubah kebiasaan dalam waktu singkat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x