Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Soal Jagonya Gus Dur Melakukan Reshuffle dan Hikmah Jaringan Pertemanan

27 Desember 2020   07:02 Diperbarui: 27 Desember 2020   07:47 818
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Prijadi Praptosuhardjo (dok. liputan6.com)

Hari Rabu (23/12/2020) lalu, Presiden Joko Widodo baru saja melantik 6 orang menteri baru. Inilah reshuffle kabinet pertama pada periode kedua masa kepresidenan Jokowi. Pada periode pertama, 2014-2019, Jokowi 4 kali melakukan reshuffle.

Banyak pengamat yang memberikan apresiasi kepada Jokowi, sosok yang dipilihnya dinilai figur yang tepat, seperti masuknya Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno. Semoga dengan perombakan kabinet, kinerja semua kementerian akan lebih baik lagi, mampu bahu membahu dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.

Tapi, berbicara tentang selera seorang presiden dalam memilih menteri, Gus Dur yang menjadi orang nomor satu di republik ini dalam masa yang relatif singkat (Oktober 1999 - Juli 2001), termasuk unik. Dalam masa sesingkat itu, tidak sampai dua tahun, Gus Dur mencopot 18 orang menteri. Bolehlah kalau dikatakan, soal reshuffle, Gus Dur jagoannya.

Gus Dur pernah mencopot nama-nama besar dari kursi menteri, seperti Wiranto, SBY, dan JK. Tapi tulisan kali ini lebih fokus pada sebuah "misteri" ketika Gus Dur menunjuk seseorang yang relatif kurang dikenal sebagai Menteri Keuangan.

Tulisan ini juga sekaligus merupakan pelengkap dari artikel yang ditulis TauRa yang berjudul "Terungkap, Inilah Waktu Rahasia Membangun Jaringan" di Kompasiana, 27 Oktober 2020.

Menteri Keuangan yang dimaksud di atas adalah Prijadi Praptosuhardjo yang menjabat sejak 26 Agustus 2000 hingga 12 Juni 2001. Selama periode Gus Dur, tercatat ada tiga orang Menteri Keuangan, termasuk Bambang Sudibyo (yang digantikan Prijadi) dan Rizal Ramli (yang menggantikan Prijadi).

Pada waktu Prijadi terpilih, publik banyak yang bertanya-tanya, siapa sosok ini, kok bisa terpilih jadi menteri. Soalnya, namanya jarang menghiasi media massa. 

Ketika ditunjuk Gus Dur, Prijadi baru beberapa bulan menghabiskan kariernya di sebuah bank milik pemerintah, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI). Jabatan terakhirnya adalah seorang direktur, yang tentu saja kalah pamor dalam pemberitaan di media massa dengan direktur utama BRI yang menjadi bos Prijadi, Djokosantoso Moeljono.

Ingat, Gus Dur memimpin saat reformasi masih belum terlalu lama berjalan. Menteri Keuangan di masa Orde Baru seperti sudah menjadi jatah guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, atau pejabat karier di Kementerian Keuangan. Makanya, mantan direktur bank belum ada presedennya.

Jangankan publik, para karyawan BRI saja merasa kaget ketika mendengar Prijadi dilantik menjadi Menkeu. Tapi tentu saja kekagetan yang gembira, karena menjadi kebanggaan tersendiri ada keluarga besar BRI jadi Menkeu, serta berharap ada dampak positifnya bagi BRI.

Kok bisa Prijadi jadi menteri? Versi celoteh karyawan BRI, karena Prijadi pernah menjadi Kepala Cabang BRI Jombang. Sedangkan Gus Dur diduga sering berkunjung ke Jombang, kota kelahirannya dan juga kota kelahiran banyak pemikir muslim seperti Nurcholis Madjid dan Emha Ainun Najib. Sehingga, bisa jadi antara keduanya sudah saling mengenal sejak masih berusia muda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun