Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang freelance

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Pemain Tua-tua Keladi di Liga 1, Pertanda Regenerasi yang Tersendat?

6 Desember 2018   10:25 Diperbarui: 7 Desember 2018   14:59 967 6 5
Pemain Tua-tua Keladi di Liga 1, Pertanda Regenerasi yang Tersendat?
Ismed Sofyan dan Alberto Goncalves (indosport.com)

Kompetisi Liga 1 2018 tinggal menghitung hari, akan segera ditutup. Klub mana yang juara dan mana yang tergusur, masih harus ditunggu, meskipun peluang terbesar untuk juara ada di tangan Persija. 

Sedangkan yang sulit untuk menghindar dari jurang degradasi, kemungkinan besar adalah PSMS Medan, PS Tira dan Perseru Serui. Tapi sekali lagi, prediksi tersebut bisa saja keliru.

Sambil menungu klasemen akhir Liga 1, menarik pula untuk memperhatikan bahwa ternyata di banyak klub yang berlaga di Liga 1, pemain tua masih laku. Kita tidak usah berbicara Liga 2, karena kalau itu sudah pasti rekor pemain tertua masih dipegang oleh Christian 'El Loco' Gonzales yang sekarang menginjak usia 42 tahun.

Umumnya masa keemasan pemain sepak bola profesional berlangsung selama 10 tahun, yakni dari usia 20 sampai 30 tahun. Namun bila mampu memelihara kemampuan teknik dan fisik, sampai usia 35 tahun juga masih oke.

Setelah itu  hanya mereka yang betul-betul luar biasa, bila usia sudah di atas 35 tahun, tapi tetap bertahan sebagai pemain inti di klub elit, yang di negara kita berarti adalah klub-klub anggota Liga 1.  Inilah yang pantas disebut sebagai pemain tua-tua keladi, makin tua makin menjadi.

Persija Jakarta, yang tahun ini prestasinya sangat bersinar, sekarang menjadi pemuncak klasemen, adalah klub yang terbanyak pemain tuanya. Mereka adalah Ismed Sofyan, Bambang Pamungkas, dan Maman Abdurahman. 

Kecuali Bambang Pamungkas, pemain tua lainnya sering jadi starter saat berlaga. Bahkan Ismed Sofyan, yang sudah berumur 39 tahun, sekaligus tercatat sebagai pemain tertua di Liga 1, juga ditunjuk sebagai kapten Persija.

Pria asal Aceh yang lahir 28 Agustus 1979 tersebut, seperti tidak tergantikan di Persija. Ismed Sofyan sendiri tampaknya lengket dan cinta mati dengan klub kebanggaan warga ibukota, karena sejak bergabung pada tahun 2003, ia tak pernah berganti klub. Inilah rekor pemain terlama tanpa terputus di Persija, mungkin juga tak ada pemain di klub lain yang menyamainya.

Pemain yang terkenal dengan tendangan bebasnya yang akurat dan umpan silangnya yang terukur itu, punya kiat khusus agar fisiknya tetap segar selama 90 menit, yakni dengan menambah porsi latihan, di luar yang diinstruksikan pelatih.

Bambang Pamungkas, satu tahun lebih muda dari Ismed, juga telah menjadi ikon bagi Persija. Namun Bambang sempat hengkang dari Persija, selama 2 tahun memperkuat Selangor FC, Malaysia. Bambang sekarang hanya menjadi pemain pengganti yang biasanya turun pada 10 menit terakhir.

Adison Alves dan Maman Abdurahman, masing-masing berusia 37 dan 36 tahun, mempunyai kontribusi yang besar pula untuk keberhasilan Persija pada kompetisi tahun ini. Jadi, tanpa empat pemain tua di atas, belum tentu Persija secemerlang sekarang.

Selain bintang-bintang Persija itu, pemain gaek lain tersebar di beberapa klub. Ada 2 pemain naturalisasi, Alberto Goncalves, 38 tahun, dan Herman Dzumafo, juga 38 tahun tapi lebih tua beberapa bulan dari Gonzalves.

Kedua pemain itu sudah malang melintang di Indonesia, gonta ganti klub. Sekarang Goncalves tercatat sebagai pemain Sriwijaya FC, dan juga terpilih menjadi pemain timnas. Adapun Dzumafo, sebetulnya sinarnya mulai meredup, namun sejak direkrut  Bhayangkara FC tahun ini, sering dapat kepercayaan dari pelatihnya, Simon Mc. Mennemy, untuk bermain lebih lama.

Pemain tua-tua keladi lainnya adalah Legimin Raharjo (PSMS Medan) dan Hilton Moreira (Persipura Jayapura), keduanya sama-sama berusia 37 tahun. Sedangkan pemain tua yang sering menghuni bangku cadangan adalah TA Musafri, 39 tahun, dari klub Barito Putera dan penjaga gawang Persib Bandung, Made Wirawan, 37 tahun.

Di satu sisi kita respek dengan para pemain di atas yang bisa menjadi contoh bagi pemain muda. Tapi di sisi lain, menjadi pertanyaan, apakah hal itu menjadi pertanda tersendatnya regenerasi pemain di negeri ini? Ini tantangan bagi pemain muda.

Sedangkan para pemain tua, sudah saatnya merintis karir sebagai pelatih, tentu dimulai dari asisten pelatih dengan mengikuti pelatihan untuk dapat lisensi.