Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang freelance

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Dalam Status Terkena Hukuman, Persib Takluk dari Madura United

9 Oktober 2018   20:25 Diperbarui: 9 Oktober 2018   20:47 1050 6 4
Dalam Status Terkena Hukuman, Persib Takluk dari Madura United
(bolasport.com)

Mental juara Persib betul-betul mendapat ujian amat berat menyusul jatuhnya hukuman dari PSSI yang melarang Persib bermain di kandangnya di Bandung sampai kompetisi Liga 1 tahun 2018 berakhir.

Tidak tanggung-tanggung, Persib tidak boleh memilih kota lain di Pulau Jawa, karena gampang didatangi dari Bandung. Sebagai kandangnya selama masa hukuman, PSSI mengarahkannya ke Kalimantan.

Itupun pertandingan Persib sebagai tuan rumah di Kalimantan tidak boleh dihadiri penonton. Padahal selama ini bila Persib bermain tandang di Kalimantan, tetap disesaki bobotoh, berimbang dengan pendukung tuan rumah yang menjadi lawan Persib.

Hal itu bisa dimaklumi mengingat jumlah pendukung Persib sangat banyak dan mereka membuka "cabang" di berbagai kota, bahkan sampai ke luar negeri seperti di Malaysia.

Di samping itu bobotoh yang tinggal di Bandung banyak pula yang setia ikut menonton Persib, meskipun Persib bermain di luar pulau. Mereka tidak keberatan membayar tiket pesawat dan biaya hotel demi klub kesayangannya.

Tentang hukuman itu sendiri, PSSI melalui Komite Disiplin merasa telah bertindak adil. Tapi manajemen Persib jelas merasa hukuman tersebut terlalu berlebihan. Perilaku bobotoh di luar stadion saat Persib menjamu Persija yang mengeroyok seorang anggota Jakmania yang menyusup, sebetulnya hal yang sulit dikontrol.

Pelatih Persib, Mario Gomez, tidak bisa menerima hukuman seperti itu. Ia sampai mengancam untuk hengkang ke luar negeri karena menilai tata kelola sepak bola di negara kita "kotor". 

Gomez juga beranggapan ada pihak yang tidak menghendaki Persib menjadi juara Liga 1. Memang sampai saat kompetisi dihentikan, Persib masih bercokol di puncak klasemen sementara.

Lain lagi reaksi bobotoh. Mereka mengumpulkan tanda tangan dari sekitar 6.000 orang sebagai petisi agar Persib berkompetisi di Liga Thailand. Semoga ini hanya reaksi emosional saja, karena ikut Liga di luar negeri tentu tidak gampang dan sulit juga bagi bobotoh untuk menonton langsung.

Begitulah, akhirnya dengan jiwa besar Persib menjalani laga perdananya dalam status terhukum. Malam ini (9/10) Persib yang memilih Stadion Batakan di Balikpapan, menjamu Madura United, tanpa dihadiri penonton.

Persib yang tidak boleh memainkan sejumlah pemain intinya karena terkena skorsing, dan juga tidak diperkuat pemainnya yang dipanggil timnas senior, sebetulnya tampil cukup baik. Namun skor akhirnya Persib takluk 1-2.

Menit ke 26 Madura United sudah memetik gol lewat tendangan penalti Fabiano. Penalti dihadiahkan wasit setelah tangan pemain Persib Airlangga Sucipto menyentuh bola di kotak terlarang.

Pemain Persib yang sering dibangkucadangkan, eks striker timnas U-19 di tahun 2013, Mukhlis Hadi Ning, berhasil mencetak gol balasan ketika babak kedua baru dimulai sekitar 3 menit. Sundulan Mukhlis ke tiang jauh menyambut sebuah tendangan bebas, tak mampu diselamatkan kiper Madura, Satria Tama.

Namun kemuduan Persib tertinggal lagi setelah Zah Rahan dengan cantik melakukan tendangan mendatar di menit ke 58 tanpa bisa dihadang kiper Dede Natsir.

Meskipun kalah, Persib masih tetap berada di puncak klasemen dengan raihan 44 poin. Hanya saja jaraknya dengan peringkat kedua, PSM Makassar, semakin dekat, berselisih 3 poin.

Bila para pemain Persib tetap memperlihatkan mental yang kokoh, tak pelak lagi, mereka tetap klub paling favorit buat menggondol juara Liga 1 tahun ini.

Dok.indosport.com
Dok.indosport.com