Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang freelance

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Setelah Bom Meledak di Surabaya, Bali Cemas lantaran Ditinggal Turis Asing

15 Mei 2018   14:53 Diperbarui: 16 Mei 2018   21:03 3081 8 5
Setelah Bom Meledak di Surabaya, Bali Cemas lantaran Ditinggal Turis Asing
Turis Asing di Bali (dok. Bali Post)

Seorang teman yang beroperasi sebagai tour guide di Bali mengirim pesan di grup media sosial yang saya ikuti. Pesan tersebut bunyinya:

"Surabaya dibom, Bali menangis."

Ah, apa iya? Bukannya Surabaya dan Bali itu jaraknya relatif jauh? 

Saya langsung mencari data dari beberapa situs, dan ternyata memang benar. Suara.com kemaren (14/5) memberitakan bahwa Inggris telah mengeluarkan travel advisory. Namun demikian data adanya pembatalan kunjungan turis dari mancanegara belum bisa diperoleh.

Biasanya bila suatu negara besar seperti Inggris mengeluarkan peringatan bagi warganya, maka negara-negara lainnya juga akan mengikuti. Namun kita berharap mudah-mudahan negara lain, khususnya yang selama ini menjadi penyumbang wisatawan terbesar ke Bali seperti China, Australia, Jepang, India, Malaysia, dan Singapura bisa lebih cermat dengan mengkaji bahwa di Bali masih relatif aman untuk dikunjungi warganya.

Padahal, berbagai pelaku usaha di bidang pariwisata di Bali baru mulai menggeliat lagi setalah terjadinya bencana erupsi Gunung Agung akhir tahun yang lalu. Saat itu terjadi penurunan jumlah kedatangan turis asing secara signifikan, yang membuat target jumlah turis asing ke Indonesia sebanyak 15 juta orang tidak tercapai.

Lalu di tahun ini target jumlah wisatawan asing dinaikkan lagi menjadi 17 juta orang, dan Bali masih diharapkan jadi lokomotif pariwisata di negara kita.

Namun meskipun bencana alam di Bali sudah berkurang, justru muncul bencana baru dari Surabaya, yang dari kacamata asing dinilai sebagai tetangga terdekat dari Bali.

Dari sekian banyak provinsi yang menjadi destinasi utama wisatawan, sampai sekarang Bali masih yang terdepan. Begitu tingginya ketergantungan Bali atas bisnis pariwisata, maka bila terjadi sesuatu yang membuat turis tidak berkunjung ke sana, membuat Bali seperti daerah "mati" dan pengangguran temporer segera bertambah.

Kita masih berharap dua event besar di tahun ini yang diyakini mendongkrak kedatangan turis asing bisa terselenggara dengan baik dan meriah sesuai rencana.

Kedua event tersebut adalah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, di bulan Agustus, serta sidang tahunan Dewan Moneter Internasional (IMF) di Bali, Oktober mendatang.