Irvando Damanik
Irvando Damanik PNS

mari berbagi sekalipun hanya dari pikiran

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Duel Panas Arema FC vs Persib Dihentikan, Kepala Mario Gomez Berdarah

15 April 2018   21:07 Diperbarui: 15 April 2018   21:15 952 0 1
Duel Panas Arema FC vs Persib Dihentikan, Kepala Mario Gomez Berdarah
simaungmaung.com

Kembali, sepak bola Indonesia disuguhkan dengan keganasan para pendukung tim yang anarkis dan memaksa masuk ke lapangan serta bertindak mencelakai sehingga wasit terpaksa menghentikan pertandingan sebelum waktu berakhir. Adalah pendukung arema FC yang sudah tidak dapat lagi menahan emosi mereka setelah tidak puas dengan kinerja wasit dan juga kedudukan yang sama kuat hingga menjelang detik-detik akhir pertandingan. 

Arema FC yang menjamu tamunya Persib Bandung sejatinya membuka keunggulan lebih dahulu setelah pemain asingnya Thiago Furtuoso menjebol gawang Persib yang dikawal Muhammad Nasir pada menit ke 18 dibabak pertama. Namun Persib merespon dengan mencetak gol penyeimbang hanya kurang dari 1 menit setelah gol yang dicetak oleh tuan rumah, melalui pemain depan Ezechiel.  Bahkan tim tamu mampu membalikkan kedudukan menjadi 2-1 setelah Striker Jangkung itu kembali menggetarkan gawang arema yang dikawal oleh Utam Rusdiana pada menit ke 78. 

Namun ditengah panasnya permainan, arema mampu menyeimbangkan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol yang dicetak oleh Balsa Bozovic Pada menit 87 setelah mengecoh beberapa pemain bertahan Persib Bandung. Kemudian petaka menghampiri tim tuan rumah yang harus bermain 10 pemain setelah pemainnya Dedik Setiawan diganjar kartu merha setelah menyikut salah satu pemain Persib Bandung yaitu Ardi Idrus. Hingga wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan pada perpanjangan waktu, tidak ada lagi gol tambahan yang terjadi.

Pertandingan memang berlangsung panas dari sejak awal pluit berbunyi. Banyak benturan antara pemain yang terjadi selama pertandingan yang memaksa wasit harus bekerja lebih keras dan hati-hati dalam mengeluarkan setiap hukuman dan peringatan. Salah satu yang kemudian harus mendapat peringatan dari wasit adalah perseteruan yang melibatkan Ezechiel dan Arthur Rocca yang sepanjang pertandingan terus beradu dan sudah saling memprovokasi sedari menit-menit awal.

Namun hal yang sangat disayangkan adalah ketika wasit harus mengakhiri pertandingan beberapa menit setelah perpanjangan waktu. Langkah tersebut sepertinya sudah sangat tepat dilakukan oleh pengadil lapangan itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada para pemain dan para official baik tim tuan rumah terlebih kepada tim tamu persib Bandung. 

Penonton yang mulai tidak bisa menahan diri dan beberapa mulai memasuki lapangan dengan cara melompat dari tribun penonton, membuat wasit mengambil langkah cepat dengan menghentikan pertandingan. Saat pertandingan dihentikan,bukannya suasana makin tenang tapi beberapa penonton yang sudah memasuki lapangan semakin menjadi-jadi dan mulai menyerang beberapa petugas yang menghalangi mereka masuk kelapangan. 

Bahkan para pemain segera dievakuasi ketempat yang lebih aman yaitu dengan meninggalkan lapangan. Bahkan terlihat diliputan tv yang menyiarkan secara langsung kalau kepala pelatih Persib, Mario Gomez mengalami cedera berupa pendarahan dibagian pelipis matanya. Mario mungkin hanya satu dari beberapa korban dari perilaku brutal pendukung yang memaksa masuk kelapangan.

Sangat disayangkan bagaimana mental para supporter yang sampai saat ini masih saja tidak bisa mengendalikan diri. Kejadian seperti ini sepertinya setiap tahun selalu terjadi di Indonesia. Perilaku yang sangat merugikan ini harus disikapi dengan baik demi kemajuan sepakbola tanah air kita.

Komisi Disiplin harus bertindak atas kejadian ini. Yang pasti investigasi pasti akan dilakukan dan tim tuan rumah Arema FC harus siap-siap atas segala kemungkinan hukuman yang akan dijatuhkan.