Irvando Damanik
Irvando Damanik PNS

mari berbagi sekalipun hanya dari pikiran

Selanjutnya

Tutup

Jakarta Pilihan

Aturan Ganjil-Genap (Mungkin) Efektif untuk Sementara

16 Maret 2018   11:17 Diperbarui: 16 Maret 2018   11:34 593 0 0
Aturan Ganjil-Genap (Mungkin) Efektif untuk Sementara
www.merdeka.com

Pemberlakuan aturan ganjil-genap di beberapa ruas tol Ibukota terbukti mengurangi kemacetan. Kementerian perhubungan merilis data tentang jumlah kendaraan yang melintas pada ruas tol saat diberlakukan aturan ganjil genap dan saat aturan belum diberlakukan.

Penurunan jumlah kendaraan sangat signifikan terjadi walaupun sudah pasti tetap saja masih ada kendaraan yang melanggar aturan tersebut dengan alasan belum mendengar sosialisasi aturan tersebut, ataupun tidak tahu kalau jalur yang dilalui merupakan bagian dari zona diberlakukannya aturan tersebut bahkan beberapa sudah tahu kalau aturan tersebut berlaku namun tetap nekat untuk melintas dikarenakan tidak ada pilihan jalur lain ataupun kendaraan lain.

Namun pihak yang berwewenang juga untuk sementara ini hanya sekedar menertibkan yang melanggar aturan dan menyuruh putar balik seraya memberikan wejangan untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Hasil yang ditunjukkan oleh pemberlakuan aturan tersebut sepertinya memberikan penilaian yang positif bagi beberapa pihak, khususunya dinas perhubungan DKI Jakarta sebagai pihak yang selama ini dipusingkan untuk menemukan solusi atas kemacetan yang sudah terjadi beberapa tahun belakangan ini. Pengguna jalan tol juga memberikan tanggapan serupa yang menyatakan mereka cukup senang dengan kondisi tol saat ini yang sudah bisa dilintasi tanpa harus menagalami kemacetan parah seperti hari-hari sebelumnya.

Namun apakah aturan ini akan efektif untuk jangka waktu yang lama? Mari melihat apa yang akan terjadi. Beberapa bulan kedepan kondisi beberapa ruas tol yang sudah diberlakukan aturan ganjil-genal akan mengalami penurunan jumlah kendaraan yang melintas. Hal ini terbilang wajar karena perbandingan jumlah kendaraan dengan nomor polisi genap dan ganjil pasti berimbang, sehingga bisa dibayangkan setengah dari kendaraan yang biasa melintas akan berkurang dan otomatis kondisi jalanan terlihat lebih lapang.

Tapi fakta yang tidak terungkap adalah sejak diberlakukannya aturan ganjil -genap tersebut tingkat penjualan mobil lambat laun juga akan mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk beberapa bulan kedepan para pengguna jalan masih akan mencoba dan bertahan untuk menggunakan kendaraan umum sebagai sarana transportasi ke tujuan masing-masing namun pada akhirnya banyak mereka akan memilih untuk membeli kendaraan baru yang kemudian mereka mempunyai opsi untuk memilih kendaraan ganjil saat hari ganjil dan kendaraan dengan nomor polisi genap secara bergantian untuk dipakai.

Mengapa demikian?

Sarana Transportasi umum semisal transjakarta, Bus umum, MRT dan lainnya belum bisa mengakomodir seluruh penumpang yang akan beraktivitas setiap harinya. Jumlah sarana transportasi yang terbatas sudah tentu menjadi salah satu penghalang setidaknya untuk menarik minat beberapa penumpang untuk memilih transportasi massal tersebut. Sehingga kita bisa melihat bagaimana kondisi saat penumpang menggunakan transportasi massal itu tanpa kenyamanan dan saling berebut satu sama lain.

Kemudian kondisi layanan transportasi massal yang tidak bisa menjangkau seluruh tujuan para penumpang. Ketika mereka bepergian, mereka harus menggunakan beberapa jenis kendaraan dan itu tidak terintegrasi dengan baik. Itulah beberapa kondisi yang kemudian membuat masih banyak kalangan masyarakat yang merasa lebih nyaman dan fleksibel ketika menggunakan transportasi sendiri dibandingkan menggunakan transportasi umum.

Maka langkah untuk pemberlakuan ganjil-genap ini sebenarnya mengundang tanda tanya dari beberapa pihak, yang mengkawatirkan bahwa kebijakan ini hanya akan memberikan dampak sementara saja bagi kemacetan di Ibukota. Sementara beberapa pihak menilai langkah pemerintah untuk memberlakukan aturan ganjil genap merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan penjualan kendaraan yang akhir-akhir ini mengalami penurunan drastis. Sehingga bisa dibayangkan kedepannya bila penjualan kendaraan roda empat mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bagaimana kondisi jalanan dijakarta nantinya.

Segala upaya memang sudah dikerahkan oleh pemerintah untuk mengatasi kemacetan di Ibukota. Namun sampai saat ini masih saja belum menemukan solusi yang terbaik sehingga beberapa solusi yang bersifat sementara termasuk pemberlakuan aturan ganjil genap harus ditempuh setidaknya mengurangi permasalahan yang kian hari semakin kompleks. Sebenarnya upaya yang paling memungkinkan untuk mengatasi masalah kemacetan adalah dengan memperlebar jalan yang ada.

Namun solusi ini sepertinya sangat susah untuk di aplikasikan karena disamping mahalnya biaya yang akan dikeluarkan, lahan yang tersedia juga tidak ada. Hal ini lah yang membuat pemerintah harus berpikir keras untuk mencari cara agar pembangunan infrastruktur jalan dapat dilaksanakan.

Disamping pembangunan infrasutruktur jalan, penyediaan dan perbaikan transportasi massal merupakan langkah yang akan sangat membantu untuk pengurangan ketergantungan masyarakat pada penggunaan kendaraan pribadi. Untuk kondisi sekarang masih banyak para pengguna transportasi massal yang mengeluhkan layanan yang diberikan oleh moda transportasi dan juga jumlah armada yang masih terbatas. Disamping itu kondisi alat transportasi yang tidak terintegrasi membuat masyarakat sering merasa kurang nyaman untuk menggunakannya.

Hal inilah mungkin yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah khususnya kementerian perhubungan yang membidangi hal ini. Pemberlakuan aturan ganjil genap hanyalah solusi sementara, karena semakin hari kendaraan juga akan bertamabah, sehingga bukan tidak mungkin pemerintah juga akan mengeluarkan aturan permbatasan kendaraan seperti pemberlakuan kendaraan berdasarkan kapasitas CC mobil, kemudian bisa jgua berdasarkan warna kendaraan dan lain-lain.

Semoga Pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan segera menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan kemacetan karena bisa dibayangkan berapa kerugian dari sisi ekonomi yang harus di keluarkan karena masalah kemacetan ini.

 Salam.