Irvando Damanik
Irvando Damanik PNS

mari berbagi sekalipun hanya dari pikiran

Selanjutnya

Tutup

Politik

Mendukung yang Terpilih Tanpa Memandang "Gerbong" Pembawanya

14 Maret 2018   15:29 Diperbarui: 14 Maret 2018   16:02 227 0 0
Mendukung yang Terpilih Tanpa Memandang "Gerbong" Pembawanya
gbkp.or.id

Beberapa bulan kedepan masyarakat akan disuguhi pemandangan yang berbau politik di penjuru tanah air. Issu yang beredar dan termasuk bahasan sehari-hari juga tidak akan jauh dari hal-hal yang berbau politik. Iya, hal itu wajar mengingat dalam hitungan beberapa hari lagi masyarakat Indonesia secara umum akan memberikan hak suaranya dalam pelaksanaan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak yang dilaksanakan di tiap-tiap daerah penyelenggara pilkada. 

Tidak tanggung-tanggung, pilkada kali ini akan dilaksanakan pada 171 daerah yang tersebar diseluruh Indonesia. Sehingga jauh-jauh hari KPU, Bawaslu, pemerintah hingga apparat keamanan sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kegiatan  besar yang dilakukan secara periodik tersebut.

Yang paling sibuk tentunya adalah sang kandidat yang diusung oleh partai-partai baik diusung oleh satu partai pendukung ataupun maju dari koalisi dari beberapa partai. Bagian penting lainnya tentu mesin penggerak partai, tim pemenangan, tim sukses, tim pendukung dan lainnya. Semua usaha akan dilakukan oleh para pendukung dan kader masing-masing kandidat untuk memenangkan kandidat yang sudah mereka jagokan dari partai koalisi masing-masing. 

Tim-tim yang dibentuk untuk membidangi semua fungsi dalam rangka pemenangan pasangan calon akan digerakkan semaksimal mungkin untuk mendulang dukungan kepada paslon mereka. Kampanya-kampanye baik yang secara terjadwal maupun yang tidak terjadwal dan bahkan terselubung sudah mulai diagendakan agar semua lapisan masyarakat dapat tersentuh dan pada akhirnya bisa mendukung pasangan calon yang mereka usung. Sudah banyak fakta dilapangan dan bahkan akhir-akhir ini terjadi dimana pasangan calon yang paling diunggulkan berdasarkan beberapa survey yang terregister maupun survey lainnya, pada saat pemilihan selesai dan dilakukan penghitungan suara mereka harus menelan pil pahit dan mendapatkan calon yang mereka usung tidak terpilih. 

Itulah salah satu fakta nyata yang bisa kita lihat, bagaimana peran dan krusialnya keberadaan mesin partai, tim pemenangan dan tim lainnya dalam memberikan segala daya dan upaya untuk memenangkan paslon yang mereka usung. Tim-tim yang ada didalamnya bukanlah orang-orang sembarangan. Tanpa membahas lebih dalam tentang kontrak politik yang ada antara pasangan calon terhadap partai pendukung serta anggota tim pemenangan, kita bisa lihat sosok-sosok kondang yang berada dalam tim masing-masing pasangan calon. 

Ada yang berlatar belakang pensiunan Jenderal, Pensiunan Struktural PNS, Pemilik Perusahaan yang kuat secara finansial  dan orang-orang berpengaruh lainnya. Sehingga wajar jikalau kemudian kondisi selama kampanya hingga waktu pemilihan tiba sering kali terjadi friksi diantara ellit politik dan organisasi pendukung masing-masing calon.

Lantas, setelah selesai pemilihan dan penghitungan suara dilakukan sehingga didapatkanlah salah satu dari sekian kandidat sebagai pemenang dalam pilkada tersebut dan dia besera timnya lah yang mempunyai wewenang untuk melanjutkan estafet dari kepemimpinan sebelumnya. NAH, disinilah dibutuhkan kedewasaan berdemokrasi tentang bagaimana menghargai dan mendukung Paslon rival beserta timnya sekalipun banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran baik yang bersifat minor maupun mayor. 

Temuan-temuan Ketidaksesuaian, penyimpangan dan permasalahan pasti akan terjadi dalam pelaksanaaan dilapangan, namun itu bukanlah suatu alasan untuk tidak menerima hasil pemilihan apalagi kalau berujung pada pengerahan massa untuk tindakan anarkis. Ada Badan maupun Lembaga yang sudah disiapkan untuk melakukan investigasi terhadap setiap permasalahan yang terjadi, ada juga badan/Lembaga yang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kecurangan kecurangan dan ketidak sesuaian dilapangan. Ada badan yang sudah ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan pilkada mulai dari masa kampanye, pemilihan hingga putusan pemenang. Semuanya sudah dipersiapkan sedemikian rupa untuk mengantisipasi segala kemungkinan pelanggaran yang akan terjadi.

Setelah salah satu pasangan calon pimpinan daerah sudah diputuskan menang dan dilantik menjadi kepala daerah baru, sudah sepantasnya kita semua mendukung mereka dalam setiap kebijakan-kebijakan yang sudah direncanakan dalam menjalankan roda pemerintahan selanjutnya. Itulah yang menjadi inti dari kedewasaan dalam berdemokrasi. Jikalau program yang dijalankan oleh pimpinan daerah adalah benar dan untuk kepentingan masyarakat luas, kita harus mendukung tanpa harus mempermasalahkan darimana mereka berasal, apa saja partai pengusungnya, dan lainnya. 

Berikan mereka waktu untuk membuktikan bahwa program yang mereka jalankan adalah untuk kepentingan Bersama dan bukan kepentingan mereka semata. Karena pada dasarnya siapapun yang akan memimpin suatu Lembaga jika tidak didukung oleh seluruh perangkatnya, maka mustahil rencana yang sudah disiapkan dapat terlaksana dengan baik.

 Mari pembaca sekalian kita tunjukkan kedewasaan kita dalam berdemokrasi. Siapapun nanti yang akan terpilih, semoga mereka bisa menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada mereka dan tentunya untuk kepentingan bangsa dan Negara.


salam,