Mohon tunggu...
Muhammad Irvan Indrayana
Muhammad Irvan Indrayana Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Gabut

.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Pengaruh Kebijakan Work From Home (WFH) terhadap Tingkat Produktivitas Pekerja Selama Masa Pandemi Covid-19

17 Oktober 2021   20:25 Diperbarui: 17 Oktober 2021   20:32 595 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Worklife. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada tahun 2020 (WHO, 2020) hingga penulisan ini dibuat. Selama masa pandemi ini, COVID-19 telah mengubah cara orang dalam hidup dan bekerja. 

Selain itu, selama masa pandemi ini juga telah banyak muncul kebijakan baru guna menekan penyebaran COVID-19, salah satunya adalah kebijakan Work From Home (WFH). 

WFH telah menjadi suatu kebijakan yang populer, tidak hanya di Indonesia melainkan juga di seluruh dunia, bahkan dalam suatu artikel berita mengatakan terdapat perusahaan yang akhirnya menerapkan kebijakan WFH permanen untuk karyawannya seperti perusahaan Twitter dan Square. 

Kebijakan WFH ini tentu saja memiliki dampak terhadap terhadap kebiasaan dan cara kerja pekerja dalam melakukan pekerjaannya terutama dalam hal produktivitas mereka selama kebijakan ini dijalankan. 

Penulisan ini akan memberikan gambaran terkait pengaruh WFH terhadap produktivitas pekerja selama masa pandemi baik dalam hal sisi positif dan sisi negatifnya.

Working from home dapat meningkatkan produktivitas

Sebelum pandemi COVID-19, Nicholas Bloom dari Stanford optimis dengan tren WFH. Studinya pada tahun 2015 dengan James Liang, John Roberts, dan Zhichun Jenny Ying, menemukan WFH meningkatkan 13 persen produktivitas di antara karyawan pusat panggilan yang bekerja jarak jauh di travel agent di Cina.

Berangkat dari hasil penelitian Bloom tersebut, sebuah institusi yang bernama Great Place to Work membandingkan produktivitas karyawan dari Maret hingga Agustus 2020, yang merupakan enam bulan pertama perintah WFH di Amerika Serikat, dengan rentang enam bulan yang sama pada tahun 2019. 

Survei ini dilakukan pada 800.000 karyawan yang dan mendapatkan hasil yaitu produktivitas kerja stabil bahkan meningkat saat diberlakukan kebijakan WFH.

The New York Times mewawancarai Nathan Schultz, seorang eksekutif senior di Chegg, tentang produktivitas dalam perusahaannya semenjak diberlakukan WFH sebagai akibat pandemi Covid-19. 

Pada mulanya Nathan terus-menerus memeriksa karyawan dan mendorong mereka untuk bekerja, tetapi begitu dia berhenti melakukan hal tersebut, produktivitas karyawan diketahui lebih meningkat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan