Mohon tunggu...
Dian S. Hendroyono
Dian S. Hendroyono Mohon Tunggu... Freelancer - Whenever, Whoever, Whatever

Lebih dari 20 tahun bekerja di Tabloid BOLA. Kini menjadi manusia "sipil", menulis tetap menjadi kesukaan dan tentu saja senantiasa menjadi penikmat sepak bola.

Selanjutnya

Tutup

Life Hack Pilihan

Dari Cermai hingga Mahkota Dewa

23 Juli 2021   15:00 Diperbarui: 23 Juli 2021   15:12 226 8 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dari Cermai hingga Mahkota Dewa
Pohon dan buah mahkota dewa, tanaman obat khas Papua. (Sumber: Satu Harapan Online)

Rumah kami terletak di pojok, atau rumah hook kalau orang bilang. Sehingga, kami selalu punya sisa tanah yang bisa ditanami.

Dulu, dulu sekali, kami punya pohon cermai. Semata wayang memang, tapi itu sudah cukup untuk mengundang para tetangga untuk panen buah cermai setiap kali pohon itu berbuah.

Saya tidak suka buah cermai. Sangat asam. Oleh para tetangga, buah cermai iti dibuat manisan, supaya tingkat keasamannya menurun. Tetap saja saya tidak suka.

Lalu, pada saat yang sama, kami juga punya pohon jambu batu. Nah, kalau pohon yang satu ini banyak cabangnya, sehingga saya sering memanjatnya dan lantas nangkring di salah satu cabang.

Setelah itu, kami pindah ke Jayapura. Pohon-pohon di halaman rumah memang tidak di rumah Jakarta, tapi saat itu kami jadi punya pohon jambu monyet. Buahnya beken, karena di ujungnya ada kacang mede.

Tapi, terus terang saya tidak pernah melihat ada kacang mede di buah jambu monyet di pohon itu. Mungkin kacang medenya sudah rontok.

Kembali lagi ke Jakarta, pohon cermai dan pohon jambu batu sudah menghilang. Jadi, kami jarus menanam pohon-pohon lagi. Atau, tepatnya Mama yang menanam semua pohon.

Tangan saya sama sekali tidak hijau, berbeda dengan Mama saya yang tangannya sangat dingin dalam hal tanam-menanam.

Salah satu pohon yang ditumbuhkan Mama adalah mahkota dewa. Agaknya, Mama membawa bijinya saat kembali dari Papua.

Butuh bertahun-tahun untuk pohon itu membesar dan mulai berbuah. Ketika mulai berbuah, sekali lagi para tetangga pun tertarik sekali. Tapi, Mama selalu mengingatkan mereka bahwa buah mahkota dewa tidak bisa disantap langsung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Life Hack Selengkapnya
Lihat Life Hack Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan