Mohon tunggu...
Irmina Gultom
Irmina Gultom Mohon Tunggu... Apoteker - Apoteker

Pharmacy and Health, Books, Travel, Cultures | Author of What You Need to Know for Being Pharmacy Student (Elex Media Komputindo, 2021) | Best in Specific Interest Nominee 2021 | UTA 45 Jakarta | IG: irmina_gultom

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Pandemi Covid-19, e-Health Literacy, dan Kompasianival

28 November 2021   16:03 Diperbarui: 29 November 2021   00:45 932
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Literasi Digital (Sumber: Marvin Meyer via unsplash.com)

Pandemi Covid-19 bisa dikategorikan sebagai suatu masa krisis di bidang kesehatan. Terutama akibat efek domino negatif yang ditimbulkannya kepada sektor-sektor lainnya seperti pariwisata, ekonomi, sosial-budaya, dan lainnya.

Risiko kematian yang dihadapi oleh para pasien Covid19 membuat banyak orang panik, sehingga mereka (dan mungkin juga kita) akan mengusahakan berbagai macam cara untuk memproteksi diri sendiri.

Dengan berkembangnya dunia digital seperti sekarang ini, tidak heran informasi apapun dapat menyebar luas sama cepatnya dengan si virus.

Nah pada masa krisis kesehatan ini, jika informasi yang salah beredar dan menyebar dengan tidak terkendali pastinya berpotensi menyebabkan chaos, paranoia, dan stigmatisasi.

Padahal supaya kita dapat bertahan melewati pandemi ini, diperlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat yang solid dan serempak, mulai dari melaksanakan protokol kesehatan hingga menerima vaksinasi. 

Mereka yang bersikap abai hanya akan menghambat tercapainya herd immunity. Padahal kita tahu bahwa proses penemuan vaksin dan obat baru memerlukan waktu yang cukup lama.

Lalu bagaimana mengantisipasi agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak terpapar informasi hoax?

Konsep Dasar Literasi Digital

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2019-2020, penetrasi pengguna internet saat ini sudah mencapai 73.7 persen atau sekitar 196.7 juta pengguna.

Angka ini mengalami kenaikan 8.9 persen atau sekitar 25.5 juta pengguna dari tahun sebelumnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun