Mohon tunggu...
Irma Susanti Irsyadi
Irma Susanti Irsyadi Mohon Tunggu...

hanya seorang pecinta kata-kata

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

"A Speaker's Corner" dan Kebebasan Berpendapat

3 Desember 2018   06:49 Diperbarui: 3 Desember 2018   09:35 1027 6 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"A Speaker's Corner" dan Kebebasan Berpendapat
Sumber Foto: londoncitybreak.com

Salah satu tempat yang ingin saya kunjungi jika berkesempatan menyinggahi London suatu hari, adalah Hyde Park. Satu dari empat Royal Parks yang terentang dari pintu masuk Kensington Place sampai ke Buckingham Palace ini memiliki luas sekitar 12 hektar.

Seperti taman-taman lain di banyak kota di negara-negara Eropa, Hyde Park terpelihara dengan sangat baik. Di sini pengunjung bisa melihat pelbagai patung dan monumen dan juga rumah kaca. Rumah kaca di sini tidak main-main, sebab ia menjadi sumber tanaman untuk istana kerajaan.

(Saya jadi teringat taman mirabela garden di Salzburg yang cantiknya bikin megap-megap, dan sebuah taman kecil camperenik di Milan yang saya ga tau namanya)

Di luar kecantikannya, sebetulnya Hyde Park menggelitik rasa kepenasaran saya sebab ia terkenal sebagai salah satu tempat yang sering dipilih sebagai tempat berdemonstrasi.

Beragam aksi dan protes dilakukan di Hyde Park sejak awal abad 19. Di sudut utara taman ini, terdapat "A Speaker's Corner" yaitu sebuah area terbuka untuk melaksanakan public speaking, debat, orasi maupun diskusi. Di sini, semua orang bebas berekspresi dan mengutarakan pendapatnya, tentang subjek apapun. 

Tak usah khawatir akan ditangkap polisi, sebab kebebasan berpendapat benar-benar dihargai dan penangkapan hanya akan terjadi jika ada penolakan/keberatan dari masyarakat. Jika tidak, bebas berteriak bahkan memaki, cuy!

Sumber Foto : royalparks.org.uk
Sumber Foto : royalparks.org.uk
"A Speaker's Corner" berakar dari sejarah demonstrasi besar-besaran di tahun 1866 dan 1897, dimana liga reformasi menuntut (diantaranya) persamaan hak pekerja. Di kemudian hari, peristiwa ini kemudian membuat para pembuat kebijakan memutuskan untuk mengeluarkan hak mengutarakan pendapat di Hyde Park, disebut sebagai "The Parks Regulation Act 1872".

Sejak itu, tak terhitung pelbagai pidato, orasi, debat maupun demonstrasi yang dilakukan di Hyde Park, khususnya di "A Speaker's Corner". Tak kurang dari Karl Marx, Vladimir Lenin maupun George Orwell pernah berpidato di sini.

Orasi menentang perang Irak juga pernah dilakukan di Hyde Park di bulan Februari 2003, menyusul long march yang dilakukan sekitar satu juta orang warga London. Terakhir di bulan April tahun 2017, ribuan orang berkumpul untuk memperingati "the annual 420 event" dimana mereka merayakannya dengan mengonsumsi mariyuana secara bersama-sama. Kode 420 sendiri memang merujuk pada cannabis atau mariyuana (for more information, googling please.)

Sumber Foto: dailymail.co.uk
Sumber Foto: dailymail.co.uk
Di negara ini, pasal 28 UUD 1945 mengatur soal kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat. Di era orde baru, pasal ini hanya semata dihapalkan di sekolah-sekolah, namun tak jua diterapkan dalam kehidupan nyata, sebab kemerdekaan itu sejatinya tak ada. 

Pasca reformasi hingga hari ini, kebebasan berpendapat dirayakan banyak orang dengan suka citanya. Pasca reformasi adalah masa dimana setiap orang berlomba meneriakkan pendapatnya, mumpung bebas, setelah terkungkung selama 32 tahun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN