Mohon tunggu...
irma dewi
irma dewi Mohon Tunggu... ASN

Praktisi komunikasi & Kehumasan (Public Relations)

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Bagaimana Negara Bisa Hancur?

4 November 2019   14:32 Diperbarui: 4 November 2019   16:22 687 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bagaimana Negara Bisa Hancur?
Sumber: Flickr/Alex Hanoko

Apa yang sebenarnya mempengaruhi tingkat kemakmuran bangsa-bangsa? Bagaimana membangun kemakmuran suatu negara sangat relevan dengan situasi sekarang pada saat ketimpangan ekonomi dan kemakmuran negara-negara di dunia masih menjadi pekerjaan rumah bangsa-bangsa di seluruh dunia. 

Cerdas dan sangat menarik menjadi kesan pada saat awal mulai membaca buku karya Daron Acemoglu dan James A. Robinson, diskursus mereka membawa kita kepada cara pandang dan pemahaman yang sama sekali baru dalam melihat realitas di dunia nyata.

Berdasarkan penelitian selama lima belas tahun, ditemukan bukti sejarah yang luar biasa dan membentang sejak Kekaisaran Romawi, negara-kota Maya, Venesia abad pertengahan, Uni Soviet, Amerika Latin, Inggris, Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika untuk membangun dasar-dasar teori Ekonomi Politik yang baru dan cukup kuat.

Gagasan-gagasan baru muncul, yang menawarkan jawaban mengenai sejumlah pertanyaan penting yang cukup lama membingungkan para ekonom dan sejarawan di seluruh dunia. 

Pertanyaan itu adalah mengapa ada negara-negara yang sangat kaya, pada saat yang sama negara-negara lainnya sangat miskin? Apakah disebabkan oleh kebudayaan, iklim, dan kondisi geografis negara tersebut? Ataukah karena bangsa itu tidak tahu apa yang harus dilakukan sebagai sebuah negara, tidak tahu kebijakan apa yang paling tepat bagi negaranya?

Ada negara yang benar-benar kaya, tapi ada pula yang jatuh miskin. Beberapa di antaranya juga punah. Luxembourg lebih kaya 350 kali lipat dibanding Burundi. Menurut data World Bank, pendapatan rata-rata penduduk negara kecil yang berada di dataran Eropa tersebut pada 2017 sebesar 104,1 ribu dolar AS. 

Sedangkan pada tahun yang sama, pendapatan rata-rata penduduk Burundi di Afrika hanya mendekati 300 dolar AS. 

Demikian juga dengan Botswana yang menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, sementara negara-negara Afrika lainnya, seperti Zimbabwe, Kongo, dan Sierra Leone, terperosok dalam kemiskinan berabad-abad dan perang saudara?

Apa yang sebenarnya memengaruhi tingkat kemakmuran antar negara? jawabanya adalah karena perbedaan skema institusi ekonomi yang digunakan dan perbedaan model institusi politik yang dipilih dan diadopsi. 

Dan ada atau tidaknya perlindungan hukum yang melindungi warga negara/ swasta, hukum yang mengatur perekonomian, hukum yang melindungi insentif serta hak bagi warga negara atas setiap usaha, investasi, dan segala bentuk transaksi perdagangan sehingga merangsang produktivitas masyarakatnya yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi. Itulah dua hipotesis utama dari buku ini, yang menitikberatkan pembahasan dari sisi institusi ekonomi dan politik.

Ekonomi hanya tumbuh baik di bawah naungan lembaga perekonomian yang inklusif. Lembaga itu menjamin hak kepemilikan pribadi, hukum dan ketertiban, hingga akses pendidikan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN