Mohon tunggu...
Irma Christiawati N
Irma Christiawati N Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Jangan mudah untuk menyerah.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Strategi Investasi: "Pelan tapi Pasti"

12 Januari 2021   17:40 Diperbarui: 13 Januari 2021   00:53 1754
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Istilah pom-pom saham sudah sangat familiar di kalangan masyarakat yang terlibat aktif di pasar modal dan ini seringkali merugikan para investor pemula. Oknum yang melakukan “pom-pom saham” sebenarnya secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk membeli saham yang di “pom-pom”, namun  mereka berusaha untuk menggiring opini publik agar masyarakat tergiur.

Biasanya, investor yang memiliki modal/dana besar dapat dengan mudah mengendalikan harga saham yang di “pom-pom”. Para investor dengan dana besar dapat membeli saham dalam jumlah banyak sehingga demand di pasar meningkat dan mendorong harga saham meningkat. Peningkatan harga saham yang signifikan mendorong investor pemula untuk membeli karena dinilai akan menguntungkan.

Nah, saat sudah mencapai harga tertingginya para investor dengan modal besar biasanya akan menjual besar-besaran saham tersebut, yang menyebabkan harga saham tersebut akan turun drastis dan para investor pemula yang masih memegang saham tersebut di harga yang tinggi akan mengalami kerugian. Tentunya kurangnya ilmu dari para investor pemula yang menyebabkan mereka dapat terjebak oleh “pom-pom saham”. 

Di masa sekarang ini, analis di industri pasar modal dinilai masih kurang berintegritas dan  belum memiliki acuan yang jelas. Mereka memberikan hasil analisis yang membuat ekspektasi keuntungan investasi para investor baru di kalangan anak muda semakin tinggi.

Banyak investor pemula khususnya anak muda mengalami kerugian karena hanya mengikuti hasil analisis yang diberikan dan tidak memahami analisis fundamental maupun analisis teknikal secara lebih mendalam.

Dalam kenyataannya, amat disayangkan banyak sekali para trader baru yang ingin mendapatkan “cuan” dengan cara yang instan, seperti ikut-ikutan trader lain. Padahal cara yang perlu dilakukan ialah melakukan analisis mendalam mengenai perusahaan yang diincar. Risiko yang muncul bagi mereka menjadi sangat tinggi tanpa mereka sadari.

RISIKO BERINVESTASI DI PASAR SAHAM

Dalam berinvestasi, tentu setiap investor menginginkan return yang tinggi. Namun perlu diingat bahwa terdapat istilah “High Risk High Return“ yang memiliki arti bahwa semakin tinggi return yang kita terima, semakin tinggi pula risiko yang harus kita tanggung.

Namun perlu diketahui bahwa terdapat risiko yang tidak dapat dipisahkan dalam berinvestasi. Apakah para investor sudah sadar apa saja risiko yang harus dihadapi?

Terdapat beberapa risiko bagi seorang investor yang berinvestasi dalam pasar saham, di antaranya:

  1. Risiko daya beli (purchasing power risk) atau yang sering disebut dengan risiko inflasi. Risiko ini muncul akibat adanya inflasi yang dapat menurunkan nilai pendapatan riil dari return yang diterima seorang investor.
  2. Risiko bisnis (business risk), merupakan risiko turunnya kemampuan emiten dalam memperoleh laba sehingga kemampuan perusahaan untuk membagikan dividen juga menurun.
  3. Risiko tingkat bunga (interest rate risk), merupakan risiko yang terjadi karena adanya perubahan suku bunga di pasaran. Jika tingkat bunga meningkat, maka harga saham akan menurun. Hal ini dikarenakan suku bunga yang tinggi akan membuat para investor berburu investasi pada tabungan dan deposito dan akan menarik investasinya di saham sehingga pada akhirnya harga saham akan mengalami penurunan. 
  4. Risiko pasar (market risk), yakni risiko fluktuasi harga saham yang diakibatkan oleh perubahan kondisi pasar. Risiko pasar ini sering juga disebut dengan risiko sistematik (systematic risk), dimana merupakan risiko yang akan selalu dialami oleh investor dan tidak dapat dihindari. 
  5. Risiko likuiditas (liquidity risk), yakni risiko yang muncul ketika investor sulit menjual saham yang dipegangnya untuk mendapatkan dana.

STRATEGI BERINVESTASI DI PASAR SAHAM

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun