Mohon tunggu...
Muhammad Irham Maulana
Muhammad Irham Maulana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Hidup Untuk Menulis dan Menulis untuk Menghidupkan. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. UIn Maliki Malang

Jangan biarkan kata-kata bersarang di kepala. Biarkan ia menyelinap ke dalam kertas dan berkelana di halamannya.

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Kampanye Politik di Kampus, Tepatkah?

16 September 2022   08:40 Diperbarui: 23 September 2022   12:20 103 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
this photo taken from Tanwir.ID

Kampanye Politik di Kampus, Tepatkah?

Safari politik di kampus dapat menjadi momen apik dan edukasi bagi civitas akademika. Hal ini me-reuni-kan kekuatan mahasiswa orde baru 1998, di mana mereka berhasil melunakkan kepemerintahan yang otoriter. Ini menjadi tantangan sekaligus perhatian bagi warga kampus agar andil menentukan pemimpin bangsa yang tepat. 

Ide Kampanye politik yang digaungkan oleh ketua KPU, Hasyim Asy'ari di wilayah kampus merupakan keputusan yang logis. Hal ini bisa menjadi momentum kebangkitan kembali daya kritis dan intelektual civitas akademika dalam membaca novel politik Indonesia. Secara historis, kampus memiliki altruisme dan rekam jejak yang tidak bisa dianggap remeh temeh. Keberhasilan mahasiswa menggulingkan pemimpin orde baru akibat kemelut politik dan krisis ekonomi harus direfleksikan dalam memilih pemimpin bangsa yang jujur, transparan, cerdas, dan bertanggungjawab.

Sambang politik di wilayah kampus seyogyanya penting dan perlu dilakukan karena sejauh ini edukasi politik luar di dunia pendidikan tinggi belum pernah dilaksanakan. Padahal, banyak perguruan tinggi menyediakan pengetahuan FISIP (pembelajaran ilmu sosial dan politik). Mestinya, ini menjadi peluang bagi warga kampus untuk mengasah dan menelaah bagaimana kondisi politik di Indonesia melalui kacamata pendidikan. Ketika kampus ditempatkan sebagai ujian sidang calon pemimpin, maka keputusan ini tepat. Calon pemimpin perlu diuji supaya program, visi, dan misinya sejalan dengan orasinya. Dapat dipercaya dan dapat dibuktikan keseriusannya memimpin bangsa.

Kredibilitas kampus turut andil menentukan pemimpin bangsa wajib dipertimbangkan sebab kampus mempunyai potential powers, baik dari segi kualitas dan kuantitas. Dari segi kualitas, kampus telah melahirkan beberapa tokoh penting serta ide dan gagasan yang cemerlang. Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud Md. Guru besar Politik dan Sejarah, Salim Said. Pengamat politik dan akademisi, Boni Hargens, dan Pengamat Politik serta Filsuf, Rocky Gerung. Mereka adalah produk dan alumni kampus yang berhasil mengemban amanah para pendahulunya. Hal ini menjadi catatan penting bahwa opini dan argumentasi kampus patut dipertimbangkan.

Sementara dalam hal kuantitas, kampus merupakan "kawah" (wilayah strategis dan progresif mencetak pemikir dan intelektual bangsa). Dalam proses tempaan itu, mahasiswa dituntut kritis dan logis dalam berpikir, dan jernih memahami teori-teori. Sebelum menyandang gelar, dosen lebih dulu menguji mereka dengan praktikum dan penelitian ilmiah sebagai bukti kedalaman pengetahuan dan kelayakan gelar. Dari kualitas dan kuantitas ini dapat dikontraskan sebagai pijakan dan penilaian untuk calon pemimpin bangsa di kemudian. Apakah pemimpin bangsa periode pasca-Jokowi Ma'ruf serius merawat bangsa, lebih mementingkan rakyat ketimbang kekuasaan, dapat dipercaya, dan dipertanggungjawabkan?

Menguji keseriusan Calon Pemimpin

Keseriusan pemimpin dapat diukur melalui kebijakan yang adil dan total kepada rakyat. Ketika pemimpin memberlakukan regulasi yang memihak, berarti ada yang di kambing hitamkan. Hal ini wajar dipertanyakan dan dicurigai. Karena setiap kebijakan yang memihak, pasti terdapat maksud dan tujuan yang ditabir sehingga kebenaran mutlak mengalami rabun pandang. Aksi demonstrasi secara besar dan masif merupakan bukti bahwa visi dan misi pemimpin tidak sesuai dengan aspirasi rakyat, di mana rakyat sedang menderita akibat dampak akut COVID 19: krisis ekonomi, dan bahan pangan, pemerintah justru menganalogikan algoritma yang tak selaras.

kebijakan harga BBM yang naik ini sangat tidak kontras dan logis, di mana harga minyak bumi sedang mendangkal, pemerintah malah mengambil jalur yang berbeda. Keputusan ini bertolak belakang dan memukul keras rakyat, baik kelas menengah, menengah ke bawah, dan paling bawah. Secara kolektif, krisis ekonomi lebih dirasakan oleh mereka. Disinilah kita dapat melihat betapa penting kampus menguji kelayakan visi dan misi pemimpin sebelum sah mendapat gelar pemimpin bangsa. Urgensi kampus menguji calon pemimpin bangsa di 2024 nanti supaya pemimpin dapat menghasilkan langkah yang optimal dan keputusan yang bijak.

Kebijakan yang benar dan tepat tentu mensejahterakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Rakyat dapat menghirup embun pagi yang segar dan menikmati sinar mentari yang hangat. Kesejahteraan ini benar-benar harus diperhatikan oleh pemimpin bangsa kelak. Ide dari ketua KPU untuk calon pemimpin masuk kampus ini sangat tepat. Hal ini memberi kehangatan antara mahasiswa dan civitas akademika dengan calon pemimpin bangsa kelak. Mereka perlu berdialog, bertatap muka, berdiskusi, dan menguji setiap kebijakan dan regulasi yang dirumuskan pada masa pemerintahanya sehingga layak dan terkualifikasi memimpin  bangsa.

Sejauh ini, perdamaian antara kampus dan kepemerintahan sulit dibendung. Oleh karena itu, safari politik di kampus menjadi peluang bagi calon pemimpin dan parpolnya untuk bekerja sama membangun bangsa yang bersih, progressif, dan maju. Kalau boleh saya menilai, kedekatan emosional pemimpin dengan citizen kampus dapat menghasilkan satu komitmen dan perdamaian sendiri agar ketika rakyat melakukan demonstrasi, kampus dapat menengahi dan memberi solusi supaya tidak ada korban jiwa seperti di Papua, dan di beberapa kota besar lainya. Kebocoran data-data penting oleh ulah Hacker, Bjorkanism patut direnungkan pemimpin bangsa kelak agar memperhatikan kondisi rakyat. Kalau mahasiswa dan civitas akademika sampai tidak didengarkan, berarti pemerintah telah membusukkan kemurnian kampus sebagai wilayah strategis dan terpercaya pernah menentukan arah bangsa.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan