Mohon tunggu...
IrfanPras
IrfanPras Mohon Tunggu... Freelancer - Narablog

Dilarang memuat ulang artikel untuk komersial. Memuat ulang artikel untuk kebutuhan Fair Use diperbolehkan.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Akhir Tragis Kisah Singkat Brescia di Serie A

29 Juli 2020   09:43 Diperbarui: 2 Agustus 2020   19:05 1425
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Brescia gagal bertahan di Serie A musim depan. | Sumber: Twitter Official Brescia @BresciaOfficial

"Saya melakukan kesalahan, saya mengambil bagian dari tanggung jawab, dan saya meremehkan risiko bahkan dari musim panas lalu. Itu adalah kegagalan pribadi saya.", terang Cellino dikutip dari Football Italia.

Faktor kedua setelah transfer gagal adalah faktor pelatih. Brescia 3 kali ganti pelatih musim ini dan bisa dibilang ketiganya gagal. Eugenio Corini yang membawa Brescia promosi dipertahankan, sayangnya ia hanya bertahan 11 pekan saja karena hanya mampu membawa Brescia menang dua kali, imbang sekali, dan sisanya kalah. Dibawah asuhan Corini, Brescia jatuh ke zona degradasi.

Corini pun dipecat, dan setelahnya Brescia justru menunjuk pelatih yang tak punya track record bagus. Mantan pemain Juventus, Fabio Grosso ditunjuk sebagai allenatore baru, tapi ia hanya bertahan 3 pertandingan saja. Dibawah asuhan Grosso, Brescia kalah beruntun 3 kali tanpa mencetak gol dan kebobolan 10 gol.

Tak kapok, manajemen Brescia malah menunjuk kembali Corini di kursi kepelatihan di awal Desember. Hasilnya juga sama saja, bahkan Corini hanya bertahan 9 pekan, setelah itu dipecat kembali setelah hanya meraih 2 kemenangan dan 2 hasil imbang.

5 Februari 2020, Diego Lopez ditunjuk sebagai allenatore terbaru hingga sekarang. Sayangnya, tak ada perubahan signifikan. Poin yang dikumpulkan Brescia sudah terlalu sedikit dan akibat kalah 1-3 dari Lecce di giornata 35, Brescia secara matematis sudah pasti terdegradasi.    

Ketiga pelatih yang ditunjuk, sayangnya tak mampu meramu komposisi dan taktik yang pas untuk bertahan di Serie A. Lebih parahnya lagi, Brescia musim ini justru lebih mendapat sorotan akibat ulah pemainnya sendiri. Siapa lagi kalau bukan Mario Balotelli.

Faktor ketiga, Brescia lebih sibuk mengurusi Balotelli

Sejatinya, Balotelli diharapkan mampu mengangkat prestasi Brescia dan menghindarkan Brescia dari degradasi. Apalagi, Balo dengan lapang dada menerima tawaran Brescia, klub asal dia dan keluarganya tinggal.

Mario Balotelli dudatangkan secara gratis oleh Brescia musim ini. | foto: bleacherreport.com
Mario Balotelli dudatangkan secara gratis oleh Brescia musim ini. | foto: bleacherreport.com
Hadirnya Balotelli juga diharapkan bakal jadi penerus Roberto Baggio di Brescia. Baggio, mantan peraih Ballon d'Or 1993 itu datang ke klub promosi Brescia pada 2001. Ya, Baggio didatangkan Brescia yang kala itu juga baru promosi ke Serie A mirip seperti kasus Balotelli musim ini.  

Status Baggio kala itu juga mirip dengan Balotelli saat ini. Baggio yang sudah berkepala 3 dan dianggap sudah "habis" didatangkan secara gratis dari Inter. Balotelli pun sama, ia adalah mantan peraih Golden Boy 2010 yang kariernya sudah dianggap habis dan didatangkan secara gratis pula oleh Brescia dari Marseille.

Tugas Balotelli juga sama dengan Baggio. Sama-sama diberi mandat sebagai juru selamat Brescia agar tidak terdegradasi. Baggio berhasil melakukannya bahkan membawa Brescia finish peringkat 8 dan lolos ke final Intertoto Cup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun