Mohon tunggu...
Irfan Rusli
Irfan Rusli Mohon Tunggu... Menjunjung Tinggi Kebhinekaan

Warga negara biasa. Lahir di Kota Ambon. Sekolah di Pulau Buton, Kuliah di Kota Makassar. Sedang bermukim di Pulau Buton. Islam Progresif Berkebudayaan

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Drama Perjalanan Antara Calo dan Komunis

16 Oktober 2020   18:50 Diperbarui: 22 Oktober 2020   11:07 543 12 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Drama Perjalanan Antara Calo dan Komunis
Foto: Irfan Rusli | 2020

Pagi itu Selasa (13/10/20) pukul enam pagi telah siap melakukan perjalanan ke kota BauBau yang berjarak +- 60 KM. Dengan perjalanan darat 1,5 jam, melanjutkan perjalanan lagi menggunakan speed boat yang menguras waktu +- 30 Menit.

Perjalanan cukup melelahkan tak berhenti disini. Karena harus melengkapi beberapa syarat adminstrasi, sebelum melakukan perjalanan ke Kota Makassar. 

Syarat administrasi berupa Rapid Test.
Sebagai keterangan bebas Covid 19 yang bisa diperoleh dari institusi kesehatan. Mengingat Indonesia, masih diselimuti bencana wabah Covid 19.

Proses Rapid Test yang saya hitung dari proses pengambilan sampel darah, hingga mengeluarkan hasil menghabiskan waktu +- 2 jam. Pengurusan berkas tidak sampai disini saja. Selanjutnya membeli tiket, tergantung moda transportasi yang ingin digunakan.

Perjalanan ke Kota Makassar dari Kota BauBau, lazimnya dapat dilakukan dengan dua moda transportasi. Yakni transportasi laut dan udara. Transportasi laut menjadi pilihan dikarenakan harga terjangkau, bagi masyarakat kelas menengah kebawah seperti saya.

Seusai menerima hasil Rapid Test. Dengan segera memesan ojek online, menuju kantor PELNI Cabang BauBau yang berjarak 1,6 KM. PELNI merupakan akronim dari Pelayaran Nasional Indonesia. Dan merupakan salah satu BUMN bergerak di bidang transportasi laut.

Sesampai di Kantor PELNI, kehadiranku langsung disambut beberapa pria, yang saya taksir berumur 35-45 tahun. Mereka mengerumuni, sambil menenteng beberapa lembar kertas fotokopi. Kertas tersebut berisi pernyataan, yang harus diisi calon penumpang kapal, serta sebagai syarat sebelum membeli tiket. Terjadilah dialog antara saya dan para calo itu.

S: Saya, C1: Calo satu, PL : Penjaga Loket, KF: Karyawan Fotokopi.

C1 : Mau kemana pak?
S.  : Makassar
C2 : Kita lihat dulu jadwal
S.  : "Oh sudahmi, hari kamis ke Makassar KM Sinabung jam 8 pagi", jawabku singkat sembari bergerak menuju pintu loket pembelian tiket.

Ketika mau masuk ke loket pembelian tiket, beberapa calo tadi menawarkan fotokopi yang mereka pegang tersebut. Sambil menjelaskan bahwa lembar pernyataan itu, wajib dimiliki sebelum membeli tiket.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x