Mohon tunggu...
Irfan Fandi
Irfan Fandi Mohon Tunggu... Buruh - Menulis dan Membaca adalah suatu aksi yang bisa membuat kita terlihat beda dari orang yang disekitar kita

Email : irvandi00@gmail.com || Suka Baca dan Nonton Film || Pekanbaru, Riau

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Nostalgia Masa Kecil (Cerita Bersambung Eps #4)

21 September 2021   07:00 Diperbarui: 21 September 2021   07:07 98 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Nostalgia Masa Kecil (Cerita Bersambung Eps #4)
Foto : Pexel dari fotografer Pok Rie

Apa yang kami lakukan setelah pulang sekolah ? kami semua setelah pulang sekolah pasti balik kerumah masing-masing pastinya hehehe, setelah itu baru istirahat sejenak dan mempersiapkan diri untuk mengaji bersama guru ngaji kami yang paling berjasa dalam kehidupan kami setelah dewasa ini. Mereka adalah Bapak Tumino, Bapak Topa, dan Bu Tri. Mereka guru mengaji yang sangat luar biasa menanamkan ilmu agama dan pembelajaran tentang kehidupan untuk kami semua, sehingga ilmu yang disampaikan dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Teman sekolah dan teman mengaji kami selalu sama dalam satu ruangan, namun ada juga yang berbeda tingkatan yaitu satu atau dua tahun umurnya. Kami selalu berbaur dengan anak-anak yang lain agar selalu bersama-sama. Tempat mengaji kami sederhana, hanya terdiri dari empat ruangan kelas biasa dan satu rumah untuk Bapak Tumino bersama keluarganya tinggal karena beliau juga merangkap tugas sebagai garim surau yang sekarang sudah menjadi masjid.

Anak-anak dari wilayah lain ingin mengaji ditempat kami, karena guru yang mengajar sangat berbeda cara mengajarnya dengan guru yang lain. Sehingga banyak anak-anak suka dengan Bapak Tumino dan guru-guru lainnya. Kalo diingat kembali di episode pertama dalam pendidikan subuh, kalian bisa membayangkan sendiri bagaimana karakter guru mengaji kami yang sangat hebat dan luar biasa.

Kami bisa diajarkan dari mulai mengenal Iqra', membaca al quran, mengahafal ayat-ayat pendek, hadits, belajar adzan, iqamat, sholat 5 waktu, sholat jenazah hingga menghafalkan doa sesudah shalat. Kegiatan ini biasanya kami lakukan pada hari jumat yang sering kami sebut dengan kelas Praktek Ibadah, kalo sudah hari jumat semua anak-anak berkumpul dalam surau dengan penuh semangat dan antusias.

Kalo dibandingkan dengan saat sekarang sudah berbeda jauh zamannya dengan dulu, sekarang lebih banyak belajar materi agama berupa teori dari pada praktek langsung. Sehingga membuat anak lebih banyak menghafal dan mudah lupa dengan apa yang mereka pelajari dengan guru ngajinya. Alhamdulilah untuk penulis dan kawan-kawan yang lain insha allah sampai hari ini penulis masih yakin, pasti masih hafal setiap bacaan dan gerakan yang diajarkan ketika masa kecil dulu di dalam surau.

Hari jumat tempat kami mengasah semua hafalan dan praktek gerakan ibadah sholat secara berurutan, dimulai dari berwudhu, kemudian nanti Bapak Tumino akan menyuruh 5 orang laki-laki sampai semuanya selesai mengumandangkan adzan dengan gilirannya masing-masing. Setelah itu baru dilanjutkan dengan iqamat dari salah satu teman yang ditunjuk guru, baru dilanjutkan dengan praktek sholat 5 waktu dan biasanya akan ditentukan secara random oleh guru ngaji yang bertugas.

Setelah praktek sholat 5 waktu  selesai dilakukan, kami akan ditunjuk salah satu untuk membacakan doa sesudah sholat, biasanya ini sudah ada beberapa nama yang sudah hafal dengan baik setiap doa yang disuruh hafal oleh Bapak Tumino untuk dipraktekkan pada saat kelas ini. Sungguh, kalo di ingat momen ini selalu berkaca-kaca karena penulis dan teman-teman yang seangkatan dengan ku pada saat itu juga pasti akan merasakan hal yang sama, kami bertumbuh dengan baik dan pengetahuan agama yang baik juga.

Hal yang paling ditunggu-tunggu dalam praktek ibadah adalah sholat jenazah, kami akan selalu melakukannya secara bersama-sama dengan penuh antusias. Kami membacakan surat alfatiha pada takbir pertama secara serentak bersama-sama, takbir kedua kami melanjutkan dengan membaca shalawat nabi, takbir ketiga doa untuk sang jenazah dan keempat juga doa untuk keselamatan jenazah. Kami mengahfal semuanya dengan bersama-sama dengan cara unik yang merupakan sebuah trik dari Bapak tumino dalam kisah nostalgia episode pertama sudah dijelaskan triknya cara menghafal dengan mudah.

Kembali ke zaman sekarang jika anak-anak disuruh untuk melakukan praktek ibadah mungkin satu atau dua saja yang antusias dan bisa melakukannya dengan baik. Apalagi jika disuruh mengaji untuk anak sekarang mungkin hanya segelintir anak yang mau diantarkan orang tuanya untuk belajar mengaji, sangat berbeda pada masa ku dengan kawan-kawan yang lain selalu semangat datang untuk pergi mengaji bersama dalam menimba ilmu dari guru yang hebat.

Hal ini tidak bisa disalahkan dari satu pihak atau yang lain, kita harus mengintropeksi bagaimana sistem didikan dahulu sangat jauh berbeda dengan anak-anak sekarang. Aku dan kawan-kawan dulu sering kena jewer, pukulan dua tangan ke bahu hingga kena rotan sudah menjadi santapan kami sehari-hari, hal itu dilakukan pasti ada sebabnya, bukan sembarang memukul atau memberikan hukuman kepada muridnya. Biasanya itu karena kesalahan kami dan kelalaian yang disengaja sehingga hukuman itu diberikan untuk kami tidak melakukan kesalahan yang sama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan