Mohon tunggu...
Irfan Fandi
Irfan Fandi Mohon Tunggu... Menulis dan Membaca adalah suatu aksi yang bisa membuat kita terlihat beda dari orang yang disekitar kita

Email : irvandi00@gmail.com || Karyawan Swasta || Suka Baca dan Nonton Film || Pekanbaru, Riau

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Review Film "Surga yang Tak Dirindukan 3"

16 April 2021   06:00 Diperbarui: 23 April 2021   12:12 1162 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Review Film "Surga yang Tak Dirindukan 3"
Foto: Poster Surga Yang Tak Dirindukan 3 (wikipedia.org/MD Pictures)

MD Pictures kembali membuat kejutan dengan sekuel terbaru dari film "Surga yang Tak Dirindukan 3, sebuah film Box Office Indonesia ditahun 2015 sebagai penayangan film pertama nya dari sebuah karya Novel Asma Nadia dengan judul yang sama. Banyak yang berbeda dari sekuel yang terbaru ini, dimulai dari para aktor dan aktris yang bermain, hingga alur cerita yang sangat menarik untuk diikuti sampai habis.

Pada film pertama ini sukses di bintangi oleh Fedi Nuril sebagi Pras, Laudya Cyntia Bella sebagai Arini dan Raline Shah sebagai Mei Rose. Di film kedua masih dibintangi dengan aktor dan aktris yang sama, film drama islami yang menguras banyak air mata untuk para penonton setianya. Namun pada film sekuel ketiga ini banyak yang berbeda dan unik, Karena film ini ada yang beda dimulai dari bintangnya sudah banyak yang baru dan penayangan film ini bukan lagi di bioskop melainkan di sebuah platform Disney+ Hotstar yang menaungi berbagai film dalam negeri dan manca negara keluaran dari perusahaan Walt Disney.

Seperti yang kita ketahui bersama film Surga yang Tak Di Rindukan 1 di sutradarai oleh Kuntz Agus, dan pada film ke-2 di sutradarai oleh hanung Bramantyo dan sekuel ke-3 di pegang kendali oleh sutradara Pritagita Arianegara. Film ini lebih menarik karena banyak bintang baru yang bermain didalamnya sebagai pengganti aktor dan aktris yang sangat bagus track recordnya didunia perfilm-an indonesia, Marsha Timothy berperan sebagai Mei Rose yang dulu sangat epic dibintangi oleh Raline Shah, dan ada pemeran berikutnya yang lebih menarik yaitu Reza Rahardian sebagai Rey  Sastrowardoyo.

Drama pun dimulai dengan plot twist cerita difilm awal itu dimulai pada tahun 2015, pertemuan Mei Rose dan Pras yang ditinggalkan oleh pasangannya pada acara pernikahannya. Kini muncul kembali sebagai Kepala Yayasan disekolah anak-anaknya Pras dan Arini. Konflik pun dimulai dengan adanya masalah dalam pekerjaan Pras yang ditipu oleh karyawannya, dan ia harus menjual rumah peninggalan Arini bersama anak-anaknya. Disaat itulah datang menolong sebagai Pahlawan kesiangan untuk menolong masalah dalam keluarga Pras dan Mei Rose, namun hal ini menambah masalah baru tentang masa lalu.

"Sabarlah seperti bangau, walau sudah terbang tinggi, ujung-ujungnya tetap jadi kecap", banyak dialog yang bikin ketawa dan lucu yang ada di dialog Zsa Zsa Utari. CLGM singkatan dari "Cinta Lama Gagal Move On" & BBRT "Bahaya Bagi Rumah Tangga" (hahahhahahaha) dialog antara teman Pras dan orang yang ingin membantu Pras dengan masalahnya. Itulah film indonesia sangat berkembang, drama romantis pasti selalu ada komedi dengan jokes yang pintar untuk mengocok perut para penontonnya. 

Dari perdebatan rumah tangga yang rumit antara Pras dan Mei Rose dengan hadirnya Rey sebagai mantan kekasih mei Rose di masa lalu, menambah bawang bombay untuk para penontonnya untuk mengeluarkan air mata dengan menontonnya. Ini sangat related banget dengan kondisi banyak orang yang ada pada saat ini, sehingga dengan adanaya masalah dan dibarengi komedi maka film lebih terasa ringan dan enak untuk dicerna dan diikuti sampai habis.

Dalam sebuah film mungkin nggak afdol ya jika tidak didukung oleh Original Soundtrack yang sangat baik, seluruh indonesia sudah tau siapa yang dimaksud adalah Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Mereka merupakan pasangan yang sangat berbakat untuk menangani hal ini, tak heran jika title The Queen of Soundtrack di sematkan kepada Melly Goeslaw. Di film pertama yang membawakan lagu soundtrack adalah Diva Indonesia Krisdayanti  "Surga yang Tak Di Rindukan", lalu difilm kedua dengan judul "Dalam Kenangan",  dan apada sekuel yang ketiga ini Melly Goeslaw mempercayakan lagunya dibawkaan oleh Bunga Citra Lestari dengan judul "Selamanya Cinta". 

Benang merah film ini dapat banget, semua jawaban sudah terbuka dalam film ini yang dulu tentang masa lalu. Film ini wajib ditonton untuk semua para pecinta film karya anak negeri ini, apalagi film yang diadaptasi dari sebuah novel Best-Seller nasional. jangan pernah meragukan title tersebut untuk bikin kamu kecewa dengan filmnya, banyak pelajaran kehidupan terutama masalah rumah tangga yang relaetedbanget dengankehiduapn nyata sekarang.

Selamat menonton dan terus dukung perfilman indonesia sebagai karya anak bangsa negeri ini. Tetap bangga dengan perfilman indonesia.

VIDEO PILIHAN