Irfan Fandi
Irfan Fandi Karyawan Swasta

Email : irvandi00@gmail.com || Suka Baca dan Nonton Film || Pekanbaru, Riau

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Susahnya Dunia Pekerjaan

11 Januari 2019   16:11 Diperbarui: 11 Januari 2019   16:17 190 1 0
Susahnya Dunia Pekerjaan
advinsuranceagency.com

Aku akan membahas beberapa fakta tentang dunia pekerjaan yang sekarang semakin sulit untuk didapatkan, dulu mungkin mencari pekerjaan sangat mudah walau persaingan yang kian ramai dan kompetitif tapi tidak sesulit yang kebanyakan orang rasakan sekarang terutama bagi yang baru tamat sekolah atau kuliah. 

Kita bisa melihat bagaimana pengangguran dinegeri ini semakin tinggi dan semakin memperihatinkan, pejabat pemerintah yang berjanji hanya meninggalkan janji tapi tak pernah menepatinya sesuai dengan apa yang telah disampaikan dikala waktu sebelum terpilih seperti sekarang.

Bagi yang sudah memiliki pekerjaan juga bukan merasakan hal yang senang melainkan banyaknya tekanan yang dihadapi dalam pekerjaannya, terutama gaji yang tidak sesuai dengan semestinya dan tambahan pekerjaan yang membuat karyawan sulit untuk berinovasi dan bekerja loyalitas jika pembayaran tidak sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. 

Padahal dalam UU Republik Indonesia sudah dibuat aturan Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dari masalah ketentuan, landasan, asas dan tujuan sampai hal pendapatan / upah yang didapatkan oleh karyawan sudah dengan gamblang dijelaskan didalam sana. Pertanyaannya kok masih ada perusahaan yang berlaku curang terhadap Undang-undang tersebut?

UMP (Upah Minimum Provinsi) atau UMK (Upah Minimum Kota) itu sudah diatur dalam Undang-Undang yang telah disebutkan diatas, namun masih ada perusahaan yang berlaku curang dengan melakukan tidak sesuai dengan ketentuan undang-Undang yang berlaku. 

Seperti yang kita ketahui UMP tidak boleh lebih rendah dari pemerintah tetapkan, faktanya masih ada perusahan yang melakukan pembagian atas UMP itu berupa Gaji Pokok, Tunjangan Jabatan, Uang Makan, Uang Kerajinan hingga BPJS Ketenagakerjaan digabung menjadi satu sehingga totalnya menjadi UMK/UMP. Apakah ini perhitungan yang benar? Sudah sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 13.

Pertanyaannya apakah tindakan ini dibenarkan ? atau sudah sesuaikah dengan Undang-Undang Nomor 13 yang mengatur permasalahan tentang Ketenagakerjaan. Fakta lain setelah itu adalah jika salah satu karyawan tidak masuk karena berhalangan sakit maka harus direkomendasikan surat keterang dokter yang sesuai ketentuan berlaku dan setiap perusahaan melakukannya. 

Namun jika tidak ada maka uang makan, uang kerajinan/potong cuti (dipilih salah satu) akan hangus. Jika ini diterapkan apakah ini sudah seuai dengan menjaga hak dari seorang karyawan yang bekerja.

Setiap perusahaan awal mula melakukan perekrutan selalu bilang jika gaji atau upah yang diterima adalah UMP atau UMK, namun jika yang terjadi diatas apakah sesuai dengan perjanjian awal yang telah disepakati? Ini merupakan pertanyaan besar dimana letak kebenaran dari permasalahan yang sedang dihadapi oleh para pekerja yang bekerja dan sedangkan pengangguran semakin menjamur membuat tingkat kriminalitas semakin tinggi.

Dalam kasus ini harus di telusuri oleh para pejabat pemerintah yang bertaggung jawab tentang ketenagakerjaan yaitu Dinas Ketenagakerjaan, ini merupakan tugas mereka untuk melakukan tindakan jika memang aturan ini salah atau sudah melanggar aturan Undang-Undang yang sudah ditetapkan. 

Para karyawan yang berani untuk melakukan pelaporan disuatu instasi perusahaan akan di beri sanksi pemecatan, ini merupakan sebuah ancaman atau penekanan terhadap hak karyawan yang melakukan pembelaan. Pememrintah harus segera bergerak untuk menuntaskan kebenaran dan jangan ada permainan uang didalam masalah ini.

Aku percaya negeri ini masih memiliki kejujuran, hati nurani dan jiwa empati terhadap sesama manusia, apabila ada ketidak benaran harusnya ditindak lanjuti langsung dan harus dilaporkan agar tidak menyalah gunakan aturan yang sudah berlaku. Dmana lagi tempat melakukan pembelaan jika kebohongan telah dilacurkan oleh permainan uang ? ini dugaan yang sangat memprihatinkan.