Mohon tunggu...
Irene Maria Nisiho
Irene Maria Nisiho Mohon Tunggu... Ibu rumah tangga

Nenek 6 cucu, hobby berkebun, membaca, menulis dan bercerita.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Mereka Juga Keluarga Kita

5 Juni 2020   13:57 Diperbarui: 5 Juni 2020   14:07 114 15 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mereka Juga Keluarga Kita
Burung menikmati buah srikaya merah (Foto: Yulita Dewi Rosa)

Bulan yang lalu, saya dikirimi foto-foto burung yang sedang makan buah srikaya. Wow... saya senang sekali. Bukan hanya karena foto yang indah, tetapi terlebih atas kerelaan pemilik buah srikaya itu, yang merelakan buahnya untuk dimakan burung.

Burung menikmati buah srikaya merah 2 (Foto: Yulita Dewi Rosa)
Burung menikmati buah srikaya merah 2 (Foto: Yulita Dewi Rosa)

Burung menikmati buah srikaya merah (Foto: Yulita Dewi Rosa)
Burung menikmati buah srikaya merah (Foto: Yulita Dewi Rosa)

Ada seorang sahabat saya yang sudah almarhum. Dulu, hampir setiap pagi dia bisa kita jumpai sedang keliling kompleks membawa kantong makanan untuk dibagikan kepada anjing-anjing yang berkeliaran di jalan.

Kemarin saya mendapat pesan di WhatsAPP, ada seorang ibu pemilik Pejaten Shelter, kalau tidak salah seorang dokter hewan, yang kewalahan mengurus/memberi makan anjing-anjingnya yang berjumlah 1500 ekor. Luar biasa, bukan? Itu adalah anjing-anjing pungutan.

Saya menanam pohon Pisang Seribu (baca juga Pohon Pisangku yang Unik), selain untuk melestarikan juga untuk memberi makan burung-burung yang bebas terbang di udara.

Kata teman," Kalau sayang burung kenapa tidak memelihara burung di rumah Bu Irene?" Memelihara burung di rumah berarti memasukkan mereka ke dalam kandang. Saya tidak ingin merampas kemerdekaan dan kebebasan mereka. Biarkan burung-burung itu menikmati hidupnya di alam yang sesuai dengan habitatnya. 

Saya pernah mempunyai pohon rambutan Binjai, yang apabila berbuah tidak pernah saya panen tuntas. Saya hanya mengambil sebahagian sesuai kebutuhan yang mau saya bagikan ke teman-teman. Maksud saya supaya satwa-satwa pemakan buah yang mampir di kebun saya boleh ikut menikmatinya. 

Melihat sampah rambutan yang berserakan di tanah, banyak yang berkomentar, kenapa bajing dan kalong (pemakan rambutan terbanyak) tidak ditembak! (baca juga Kebunku Nyaman Bagi Semua) Bukankah mereka juga perlu hidup? 

Capung bermain di kebunku (Foto: koleksi pribadi)
Capung bermain di kebunku (Foto: koleksi pribadi)

Masih banyak kepedulian kepada sesama yang bisa kita lakukan, jika kita benar-benar mau peduli.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN