Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Sejarawan - Pegiat Sejarah Museum Reenactor Ngalam dan pegiat sastra monolog

Tengah Giat Membangun media baru pembelajaran sejarah melalui Monolog dan Roadshow Spirit Budaya dan Kepahlawanan di malang.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mendaki Puncak Cinta (Seri Puisi Asmaraloka #29)

1 November 2022   19:24 Diperbarui: 1 November 2022   19:31 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri Seri Puisi Asmaraloka #29

Puisi : Mendaki Puncak Cinta

Berani bilang cinta. Jangan ditonton saja.  Ada kisah saat berdua, mendaki puncak cinta. Proses itu, Jangan lewatkan begitu saja.

Kisah itu kenangan. Rona rona perjuangan. Ada suka duka sepanjang perjalanan. Ke puncak bersamaan, hasil lelah berduaan, kelak tak akan malu menikmati hasil kesuksesan.

Ini bukan cerita bualan. Mendaki ini punya tujuan. Bukan gombalan, atau dolanan. Jodoh cinta ini tulus, bukan untuk permainan.

Mendaki Puncak Cinta. Tak mudah, tapi tiada sulit jika Berdua. Langkah ini tentang kesepakatan berjalan bersama. Tak lucu, jika engkau hanya menunggu dibawah saja.

Tak perlu protes, jika masih proses. Tak ada protes, jika bersama paham proses. Saling dukung, bukan diam membeku laksana es.

Mendaki Puncak Cinta. Tak perlu ragu, tak butuh takut apa. Memang lelah, tapi pengorbanan akan terbayar segera. Sesampai puncak, itulah hasil juang bersama.


****************
Barak Kolam Nila, 1 November 2022
Ditulis oleh Eko Irawan
Untuk Seri Puisi Asmaraloka 29

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun