Mohon tunggu...
Gaya Hidup

Gaya Hidup Remaja Modern yang Cenderung Individualisme

4 November 2016   03:45 Diperbarui: 4 November 2016   03:58 0 2 0 Mohon Tunggu...

Remaja? Suatu masa disaat individu berkembang dari pertama kali menunjukkan tanda-tanda seksual, mengalami perkembangan psikiologis dan peralihan dari anak menjadi dewasa. Di era modern ini banyak sekali permasalahan yang menjerat remaja mengakibatkan mereka lebih senang menyendiri. Apa-apa dilakukan sendiri yang membuat mereka tidak lagi peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Gaya hidup adalah hal yang paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan kehidupan.

Zaman modern sekarang ini ditandai dengan berbagai macam perubahan cepat yang terjadi di beberapa bidang dalam kehidupan masyrakat. Pada satu sisi, perubahan-perubahan yang terjadi menimbulkan kemajuan dan pertumbuhan hidup dan kehidupan manusia. Tetapi pada sisi yang lain, proses dan hasil perubahan tersebut menimbulkan banyak masalah yang berdampak pada hidup dan kehidupan. Zaman modern ditandai dengan munculnya beberapa gaya hidup modern, yang pada sisi tertentu menimbulkan persoalan jika dipandang dari sisi nilai-nilai yang sudah ada sebelumnya termasuk dari sisi nilai-nilai agama. 

Ada banyak orang merasa tidak sanggup menjawab setiap persoalan yang muncul sebagai akibat adanya gaya hidup modern, karena mereka merasa tidak memiliki “pegangan nilai” lagi. Seolah-olah, nilai-nilai yang pernah ada sebelumnya dan yang sedang ada sekarang ini tidak sanggup menjawab semua masalah yang muncul. Manusia merasa bingung, merasa tidak berdaya menghadapi perkembangan dan kemajuan jaman modern. Salah satu hal yang menggelisahkan adalah persoalan nilai-nilai moral. 

Oleh karena itu, dalam menghadapi jaman modern sangat perlu untuk merumuskan nilai moral berkaitan dengan kemauan manusia untuk memberi sikap terhadap situasi yang ada di sekitarnya berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai berdasarkan mutu hubungan manusia dengan sesama dan lingkungannya. Penilaian moral juga berkaitan dengan gaya hidup modern yang mana hendak diberi sikap. Individualisme menekankan peran dan kepentingan perorangan atau pribadi. 

Individualisme berpandangan, bahwa pribadi, perorangan memiliki kedudukan utama dan kepentingan pribadi, kepentingan perorangan merupakan urusan yang paling tinggi. Individualisme menjebak orang untuk memiliki cara hidup yang ”semau gue” yang mendewakan kepentingan pribadi dan mengabaikan kepentinagn bersama.

Gaya hidup sekarang memang sudah berubah dari zaman yang serba sulit menjadi serba mudah. Dari zaman kuno menjadi zaman modern. Jika dulu untuk berkomunikasi dengan orang yang jaraknya jauh harus menggunakan surat, sekarang cukup menggunakan handpone atau telpon.

Zaman yang berubah ini juga menuntut perubahan pada masyarakat tak terkecuali remaja. Namun, setiap perubahan tidak selalu baik. Berdampak pada segala segi kehidupan. Perkembangan teknologi dan lingkungan yang berebeda daripada generasi sebelumnya berakibat pada perkembangan remaja masa kini.

Dalam masyarakat sering kita temui banyaknya perubahan-perubahan gaya hidup yang bertentangan dengan ideologi negara bahkan tidak sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama. Banyaknya pengaruh teknologi yang membuat mereka cenderung tidak mau bersosialisasi yang membuat para remaja semakin individualisme.

Untuk mengantisipasi sifat-sifat remaja yang cenderung individualisme tersebut dibutuhkan peran serta orang tua, guru, sekolah dan masyarakat demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang mau peduli dengan lingkungannya.

Beberapa upaya penanganan atau peranan yang dapat dilakukan untuk mencegah remaja itu bersifat individualisme adalah sebagai berikut:

  • Peran orang tua
  • Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak balita
  • Membekali anak dengan dasar moral dan agama
  • Menanamkan kepedulian antar sesama
  • Peran guru
  • Bersahabat dengan siswa
  • Memberikan keluasan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan
  • Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman
  • Sekolah
  • Meningkatkan kerja sama dengan orang tua, sesma guru dan sekolah lain.
  • Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang
  • Masyarakat
  • Menghidupkan kembali lingkungan aktif
  • Menyediakan sarana atau prasarana yang dapat menampung agresifitas anak melalui oalahraga dan bermain
  • Memberikan keteladanan

KONTEN MENARIK LAINNYA
x