Sosbud

Belajar Mengenai Kepengasuhan Anak ala Islam

12 Oktober 2018   06:51 Diperbarui: 12 Oktober 2018   07:22 147 0 0
Belajar Mengenai Kepengasuhan Anak ala Islam
Z.Sanjani deviantart

Berbicara tentang pengasuhan yang baik dan benar, mari ingat-ingat kembali pembahasan kita kemarin mengenai persiapan untuk menjadi orang tua anak yang baik, di point terkahir, ada point penting yang harus orangtua perhatikan untuk buah hatinya. Yaitu bagaimana cara kita mengasuh dan menjaga anak dengan baik dan benar.

Dalam hal ini kita kalah telak dengan gaya pengasuhan orang-orang yahudi terhadap calon generasi penerusnya. Mengapa demikian? Ihh kafir, ga mau ikut-ikutan. 

Jangan memandang dari apa agama mereka, tapi gaya pengasuhan yang mereka terapkan, yaitu gaya pengasuhan rasulullah. Ya, benar sekali. Mungkin mereka membenci islam, tapi mereka mengakui kehebatan islam dalam hal gaya kepengasuhan anak, mulai dari makan makanan bergizi, banyak belajar, melakukan hal-hal positif pra dan pasca melahirkan dan lainnya.Kali ini kita akan membahas beberapa ayat yang ada dalam al-Quran mengenai gaya kepengasuhan yang baik dalam islam

1.Allah tidak mewajibkanmu membentuk anakmu mahir dalam segala hal. Allah mewajibkanmu membentuknya menjadi anak shalih yang terbebas dari api neraka (QS. 66 :, QS. 46:15).

 Jelas sekali disini penekanan dalam hal mendidik anak itu sangat tidak dianjurkan, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam bidangnya masing-masing. 

Jangan memaksa anak untuk menyukai atau menggapai sesuatu diluar batas kemampuannya. Seringkali orangtua bertindak otoriter terhadap anak, dan bahayanya bila anak sudah tak sanggup malah berakibatfatal bagi psikologisnya. 

Dalam ilmu psikologipun tak dianjurkan sama sekali orangtua menekankan terhadap anak tentang melakukan sesuatu, hal tersebut dapat mematikan imajinasi mereka dan akhirnya mereka tak dapat berkembang lagi. Hal yang memang harus dipentuk pada diri anak sejak dini adalah bagimana menjadikannya anak yang baik, jujur sejak kecil, bersikap bertanggung jawab, dan mencintai agamanya, karena hal-hal tersebut adalah point-point yang jauh lebih penting daripada mencerdaskan kognitif anak atau sejenisnya.

2. Janganlah berharap banyak pada anakmu jika kamu tidak mendidiknya sebagaimana mestinya. (QS. 17:24) didik anak sebagaimana mestinya, berikan cinta dan didikan yang baik sepenuh hatimu jika memang kau ingin ia menjadi anak yang penuh kasih dan baik pula, penuhi kebutuhan mereka baik jasmani maupun rohani dengan baik, baik sandang maupun kasih saying, tidak harus barang mahal, ajalkan hal sederhana agar mereka mencintai kesederhanaan dan mudah bersyukur.

3. Janganlah menginginkan anakmu sebagai anak yang shalih sebelum engkau menjadi shalih lebih dahulu (QS. 61 :2, QS. 66:6) perbuatan atau apapun yang kita lakukan adahal hal yang paling sering diserap dan ditiru anak, terutama dari orang tua. maka dari itu, jaga kelakuan kita, jaga cara bersikap kita didepan anak, jika ingin anak berperilaku baik, maka berperilakulah baik juga.

4. Berbuat baiklah pada anakmu, bahkan sebelum mereka dilahirkan. Sejak dalam kandungan, anak sudah bisa merasakan apa yang orang tua mereka lakukan dan rasakan, maka dari itu penting sekali bagi kita sebagi orang tua, untuk banyak belajar, menyerap informasi yang positif, berpikir positif dan bahagia (bersyukur) setiap saat agar anak kita pun ikut merasakan apa yang kita rasakan. 

Demikian beberapa tips mengenai pengasuhan anak menurut Quran, semoga bermanfaat.